Banyak Penerbit Tidak Mencantumkan Tahun Cetakan Al-Qur’an

Salah satu masalah krusial dalam meneliti mushaf Al-Qur’an cetakan adalah sedikitnya penerbit yang mencantumkan tahun cetakan. Ini tidak seperti cetakan buku bacaan biasa yang di halaman bagian depan buku hampir selalu mencantumkan cetakan keberapa dan tahun berapa.

Selengkapnya...

Antara Keraton dan Masyarakat Tradisi Mushaf Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat

Dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-26 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), 30 Juli-6 Agustus 2016, Lajnah menerbitkan katalog Khazanah Mushaf Al-Qur'an Nusa Tenggara Barat. Buku kecil ini memberikan gambaran singkat mengenai tradisi mushaf Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat.

Selengkapnya...

Tengku Haji Mahjiddin Jusuf (1918-1994)

Tengku Majidddin Jusuf salah seorang alim Aceh yang menaruh perhatian besar dalam mendidik masyarakat untuk mencintai Al-Qur’an, dilahirkan di Peusangan, Aceh Utara, Senin 16 September 1918. Lahir dari seorang ibu bernama Fatimah dan ayah bernama Jusuf bin Atjeh bin Polem (lebih dikenal dengan panggilan Fakir Jusuf atau Ma’ Oesoeh). Tengku Mahjiddin memiliki saudara sekandung bernama Mansur dan Abdullah, sedangkan saudara dari ibu tirinya (Atiyah) berjumlah sembilan orang. Dia sendiri pernah menikah tiga kali, pertama dengan Romlah (beranak tiga), kedua dengan Aisyah Razak (beranak tujuh), dan ketiga dengan Rawiyah (tidak dikaruniai anak).

Selengkapnya...

Tengku Haji Ahmad Hasballah Indrapuri (1888-1959)

Tengku Haji Umar bin Auf (lebih dikenal dengan nama Tengku Chik Umar atau Tengku Chik di Lam U) menikah dengan Hj. Shafiah dan melahirkan Tengku Haji Ahmad Hasballah Indrapuri (lebih dikenal dengan panggilan Tengku Abu Indrapuri) pada tanggal 3 Juni 1888 M/23 Ramadan 1305 H di kampung Lam U, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Tengku Haji Umar bin Auf termasuk salah seorang alim ternama, khususnya dalam ilmu fikih, dan seorang hafiz Al-Qur’an yang hidup pada masa Sultan Alauddin Mahmud Syah (1870-1873), sedangkan Tengku Haji Ahmad Hasballah adalah anak pertamanya. Dari ibu yang sama, Tengku Haji Ahmad Hasballah mempunyai satu adik bernama Tengku Muhammad Dahlan (lahir 1891), sedangkan dari ibu kedua (Nyak Sunteng, dari Lam U) dikaruniai adik bernama Tengku Haji Abdullah Umar Lam U (1888-1967) dan dari ibu ketiga (berasal dari Niron Aneuk Bate) dikaruniai adik bernama Tengku Abdul Hamid (dikenal dengan Tengku Aneuk Bate, lahir tahun 1894).

Selengkapnya...

Pameran Al-Qur’an Kuno Nusantara

Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal tahun ini ikut memeriahkan Muktamar ke-33 Nadlatul Ulama di Jombang dalam bentuk pameran Al-Qur’an. Mengikuti Jadwal Muktamar, pameran kali ini berlangsung pada 1-5 Agustus 2015, bertempat di samping Masjid Ulul Albab Pesantren Putri Tebuireng. Pameran kali ini mengusung tema “Ragam Mushaf Kuno Nusantara”.

Selengkapnya...

Famī bi Syauqin

Sampul Mushaf StandarBanyak cara untuk menamatkan Qur’an. Yang paling populer adalah 30 hari atau 7 hari. Pembagian teks Al-Qur’an ke dalam 30 juz adalah sesuai bilangan hari dalam satu bulan. Namun, jika ingin menamatkan Qur’an dalam satu minggu, lihatlah tanda manzil yang ada, misalnya, dalam Mushaf al-Qur’an Standar Indonesia.

Selengkapnya...