Penelitian yang sedianya akan mengambil sampel seluruh Indonesia ini akhirnya hanya membatasi pada daerah di pulau Jawa karena keterbatasan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih Mushaf Al-Qur’an tersebut. Mengingat sejak tahun 1984 bangsa Indonesia telah memiliki mushaf pedoman baku yang menjadi acuan dalam pentashihan dan penerbitan Al-Qur’an di dalam negeri. Kegiatan penelitian ini sejatinya merupakan kelanjutan dari penelitian tahun 2011 dan 2012 yang mengambil objek penelitian tentang Penelitian Penggunaan Mushaf Al-Qur’an Standar di Masyarakat. Hasilnya, secara umum penggunaan Mushaf Al-Qur’an di Masyarakat masing cukup tinggi.

Variabel yang menjadi alat ukur dalam penelitian ini terdiri atas 9 aspek; kualitas tulisan, kualitas produk, penerbit (merk), kemasan/fitur, harga, ketersediaan, acuan, konten, dan promosi serta mencari model jenis tulisan yang paling diminati oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel yang sebanyak 850 dari 6 Provinsi di Pulau Jawa. Lokasi penyebaran angket ini berbasis pada IPM (indeks pembangunan manusia) yang telah ditetapkan BPS (Badan Pusat Statistik). Sampel telah diambil dari wilayah dengen mempertimbangkan daerah yang memiliki IPM tinggi, sedang dan rendah. Sesuai dengan pertanyaan penelitian, temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih Mushaf Al-Qur’an secara berurutan dari rangking tertinggi samapai terendah secara berurutan berdasarkan aspek; kemasan/fitur, kualitas produk, penerbit, kualitas tulisan, ketersediaan, konten, harga, acuan dan promosi. (2) Adapun jenis tulisan Mushaf Al-Qur’an yang paling diminati masyarakat adalah mushaf B (mushaf Standar model penyesuaian dari Mushaf Madinah yang ditulis oleh Usman Taha kaligrafer dari Siria, dibandingkan dengan jenis mushaf A yang ditulis oleh kaligrafer dari Indonesia, Baiquni Yasin dan tim).

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Lokasi utama penelitian ini adalah semua provinsi di pulau Jawa yang terdiri dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, dan DI Yogyakarta. Jika dihitung dari jumlah penduduk Muslim di 6 provinsi di atas, maka jumlah populasi adalah 130.651.037 jiwa. Sedangkan jumlah sampel atau responden seluruhnya yang diambil adalah 753 responden. Distribusi responden di setiap kabupaten/kota dalam setiap provinsi yaitu, ada 212 responden untuk setiap kabupaten/ kota di provinsi Jawa Barat, ada 200 responden untuk setiap kabupaten kota Jawa Timur. Ada 149 responden untuk setiap kabupaten/kota di provinsi Jawa Tengah, ada 108 responden untuk setiap kabupaten/kota di provinsi Banten, ada 50 responden untuk setiap kabupaten/kota di DI Yogyakarta dan ada 34 responden untuk setiap kota di provinsi DKI Jakarta.

 

Kesimpulan

  1. Faktor-faktor yang memengaruhi masyarakat dalam memilih mushaf Al-Qur’an secara berurutan, dari tertinggi hingga terendah, yaitu kemasan/fitur, kualitas produk, penerbit, kualitas tulisan, ketersediaan, konten, harga, acuan dan promosi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas tulisan bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi masyarakat dalam memilih mushaf Al-Qur’an.
  2. Jenis tulisan mushaf yang paling diminati masyarakat adalah Tipe B, yaitu penyesuaian Mushaf Madinah karya Usman Taha. Fakta ini juga membuktikan bahwa telah terjadi pergeseran minat masyarakat dalam memilih jenis tulisan. Dahulu cenderung pada tulisan yang relatif tebal, sedangkan dewasa ini lebih banyak yang memilih jenis tulisan lebih tipis.

 

Rekomendasi

  1. Kementerian Agama, dalam hal ini Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, perlu membuat master mushaf Al-Qur’an dengan huruf yang tipis, sebagai alternatif pilihan bagi para penerbit mushaf di Indonesia.