'Mushaf La Nontogama' merupakan salah satu di antara dua mushaf pusaka Kesultanan Bima. Salah satu mushaf yang terbilang tua di Nusantara ini koleksi Museum Samparaja, Bima, diperkirakan disalin pada akhir abad ke-18. Ukuran 40 x 25,5 cm, bidang teks 27 x 14 cm, 15 baris per halaman; kertas Eropa dengan cap D&C Blauw, J Honig & Zoonen

Mushaf ditulis dengan tinta hitam, dan tinta merah digunakan untuk menulis kepala surah, tanda hiasan, tanda rukuk, serta tanda tajwid. Mushaf telah dilaminasi dan dijilid ulang dengan sampul karton hijau. Lengkap 30 juz, namun beberapa lembar bagian awal mushaf, termasuk iluminasi awal, merupakan tambahan pada masa yang lebih belakangan. Bagian akhir mushaf sebagian rusak dan telah dikonservasi.

Iluminasi terdapat di awal (tambahan), tengah dan akhir mushaf. Iluminasi tengah mushaf terdapat di Surah al-Kahf/18. Medalion di pias luar halaman menghiasi tanda juz’, niṣf, rubu‘, dan ṡumun. Kaligrafi ditulis dengan gaya naskhi. Berdasarkan ciri iluminasi, kaligrafi, tataletak dan pilihan teksnya, mushaf ini disalin dengan tradisi mushaf Bugis yang kuat. Di pias luar setiap halaman terdapat catatan qiraat lengkap, dan di bagian akhir mushaf terdapat beberapa halaman doa khatam Qur’an. Naskah ini merupakan Mushaf Kesultanan Bima yang sejak dahulu turun-temurun digunakan oleh putra-putri Sultan untuk belajar mengaji. Pojok bawah sebelah kanan dan kiri halaman yang kotor merupakan bukti bahwa mushaf ini dahulu sering digunakan. [aa]