Khazanah Mushaf Aceh dalam Koleksi Museum Negeri Aceh (1)

Penelitian Mushaf Al-Qur’an kuno yang dilakukan pada tahun 2013 difokuskan di Museum Negeri Aceh. Museum ini menyimpan 87 mushaf, 14 di antaranya berhasil didigitalisasi dan diteliti. Deskripsi masing-masing naskah adalah sebagai berikut:

  1. Mushaf 07.358. Mushaf ini berukuran 21,5 x 33 cm, sementara bidang teksnya berukuran, 12 x 20,5 cm. Halaman keseluruhan berjumlah 776 dan per juz terdiri antara 29 hingga 31 halaman. Setiap halamannya terdiri dari 14 baris. Keadaan mushaf ini masih lengkap dari Surah al-Fatihah hingga surah an-Nas walaupun sebagian khususnya bagian depan dan belakang ada yang di makan serangga. Sampul terbuat dari bahan kulit dengan kondisi agak berjamur. Tinta yang digunakan untuk bagian dalam ada empat, merah, hitam, kuning dan biru. Tinta hitam untuk tulisan teks Al-Qur’an, tinta merah digunakan untuk menandai hukum mad wajib dan mad jaiz dan tanda tajwid seperti (ف) untuk bacaan ikhfa’, huruf (ظ) untuk pertanda bacaan idzhar dan seterusnya. Sedangkan warna kuning untuk membuat bulatan penanda ayat, warna kuning juga digunakan untuk pelengkap dalam iluminasi seperti terdapat pada surah al-Fatihah dan awal surah al-Baqarah serta warna pada bingkai ayat pada tiap halaman.
  2. Mushaf 07.362. Sama dengan mushaf pertama, mushaf kedua ini disimpan di museum Negeri Aceh. Mushaf ini berukuran 20 x 30 cm, dengan ukuran bidang 10 x 20 cm. Jumlah halaman per juz antara 28 – 30 halaman. Setiap halaman terdiri dari 13 baris. Keadaannya masih utuh, lengkap dari Surah al-Fatihah hingga surah an-Nas. Demikian halnya dengan sampul depan dan belakang. Tinta yang digunakan untuk tulisan mushaf adalah hitam, merah dan biru, sementara untuk iluminasi, seperti iluminasi awal surah dan akhir surah, ada tambahahan warna biru dan kuning. Untuk bagian tulisan, tinta hitam digunakan untuk menulis tulisan ayat, sementara tinta merah untuk penandaan ayat, hukum tajwid seperti (ف) untuk bacaan ikhfa’, huruf (ظ) untuk pertanda bacaan idzhar, mad wajib dan mad jaiz serta untuk penjelasan qiraat yang berada di pias naskah. Selain tinta merah, untuk penanda mad wajib dan mad jaiz di tambah tinta biru.
  3. Mushaf 07.493 Tidak seperti mushaf lainnya, mushaf ini sudah tidak utuh lagi. Mushaf ketiga ini berukuran 32 x 22 cm, dengan ukuran bidang teks 20 x 13 cm. Mushaf ini dalam keadaan tidak lengkap, sekitar sekitar lima juz dari depan tidak ada. Sebagian dari mushaf ini sudah dimakan rayap dan berlubang. Berkaitan dengan tulisan, mushaf ini terdiri dari 15 baris pada setiap halamannya, dan karena itu setiap juznya terdir dari 35-36 halaman. Tinta yang digunakan untuk tulisan mushaf adalah hitam dan merah, termasuk untuk iluminasi awal surah dan akhir surah. Untuk bagian tulisan, tinta hitam digunakan untuk menulis tulisan ayat, sementara tinta merah untuk penandaan ayat, hukum tajwid seperti mad jaiz dan mad wajib, serta tanda waqaf.
  4. Mushaf 07.598. Tidak seperti mushaf lainnya, mushaf ini memiliki ukuran yang lebih kecil. Ukuran mushaf ini adalah 22 x 12, dengan ukuran bidang teks 8 x 15 cm. Jumlah baris untuk setiap halaman adalah 15 baris, dan satu juz terdiri sekitar 24-25 halaman. Mengenai kelengkapan mushaf, hanya surah al-Fatihah yang tidak terdapat pada mushaf ini. Tinta yang digunakan untuk tulisan mushaf adalah hitam dan merah, termasuk untuk iluminasi, seperti iluminasi awal mushaf dan akhir surah. Untuk bagian tulisan, tinta hitam digunakan untuk menulis tulisan ayat, sementara tinta merah untuk penandaan ayat, hukum tajwid seperti mad jaiz dan mad wajib, serta tanda waqaf. Tulisan mushaf ini menggunakan rasm imlai.
  5. Mushaf 07.672. Mushaf ini memiliki ukuran 32 x 24 cm, dan bidang teksnya 22,5 x 12,5 cm. Setiap juznya rata-rata terdiri dari 17 – 18 halaman, dan masing-masing halaman terdiri dari 15 baris. Namun keadaan fisiknya sudah kurang baik dengan halaman awal yang nampak terlihat hanya setengah halaman (pada surah Al-Fatihah) dan pada bidang di luar teks nampak sudah termakan kutu. Rasm yang digunakan pada mushaf ini adalah rasm imlai, namun dengan tidak konsisten dalam penerapannya. Sama dengan mushaf sebelumnya, qiraat yang digunakan pada mushaf ini adalah qiraat Hafs an ‘Asim. Tinta yang digunakan adalah tinta hitam, merah, dan kuning. Tinta hitam digunakan untuk menulis teks utama, tinta merah untuk penandaan mad wajib dan mad jaiz serta penulisan ayat pada awal juz, sementara tinta kuning sebatas digunakan untuk pelengkap pada iliuminasi seperti di bagian pembuka surah dan pada penulisan tanda akhir ayat.
  6. Mushaf 07.673. Mushaf ini memiliki ukuran 32 x 22 cm dengan ukuran bidang teks, 13 x 22,5 cm. Mushaf ini masih utuh di beberapa bagian naskahnya sudah termakan kutu. Tinta yang digunakan dalam mushaf ini yaitu hitam, merah dan kning. Tinta hitam dugunakan untuk teks Al-Qur’an, merah untuk penenda tajwid seperti mad wajib dan mad jaiz serta beberapa hukum tajwid lainnya seperti idgam, izhar dan lainnya, kuning untuk tanda akhir ayat. Rasm yang digunakan adalah rasm imlai, dan sebagian Usmani. Setiap halaman terdiri dari 15 baris dan setiap juz kurang lebih terdiri dari 19 – 20 halaman. Sama dengan mushaf-mushaf sebelumnya, tinta yang digunakan adalah hitam dan merah; hitam untuk tulisan teks, dan merah untuk penandaan bacaan seperti ayat dan beberapa hukum tajwid.
  7. Mushaf 07.675. Mushaf ini berukuran 21 x 33 cm, dengan ukuran bidang 12 x 22,5 cm. Jumlah halaman per juz antara 17–18 halaman. Setiap halaman terdiri dari 15 baris. Keadaannya masih utuh, lengkap dari Surah al-Fatihah hingga surah an-Nas. Demikian halnya dengan sampul depan dan belakang. Tinta yang digunakan untuk tulisan mushaf adalah hitam dan merah, sementara untuk iluminasi, seperti iluminasi awal surah dan akhir surah, ada tambahahan warna kuning. Untuk bagian tulisan, tinta hitam digunakan untuk menulis tulisan ayat, sementara tinta merah untuk penandaan ayat, hukum tajwid seperti (ف) untuk bacaan ikhfa’, huruf (ظ) untuk pertanda bacaan idzhar, mad wajib dan mad jaiz serta untuk penandaan awal juz beserta iluminasinya. Tulisan mushaf ini menggunakan rasm imlai.