Seiring dengan banyaknya info-info hoax tentang mushaf Al-Qur’an yang beredar di Indonesia saat ini, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) perlu melakukan langkah-langkah antisipasi baik yang bersifat proaktif maupun preventif. Kebanyakan info yang beredar seputar disiplin keilmuan Al-Qur’an seperti rasm, dhabt, dan waqaf ibtida’ yang jarang dikaji di perguruan tinggi Islam, bahkan pesantren sekalipun.

“Makanya akhir-akhir ini kami membuat beberapa video berisi penjelasan singkat untuk meluruskan info-info yang tidak benar seputar mushaf Al-Qur’an,” ujar H. Fahrur Rozi, MA selaku Kasi Pembinaan dan Pengawasan LPMQ dalam acara Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an bekerja sama dengan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuludin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Aula Kampus II UIN Sumatera Utara, Medan, 29 Oktober 2018.

Partisipasi Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) dalam acara The International Public Service (IPS) Forum dengan memperkenalkan inovasi produk layanan publik cukup menarik perhatian pengunjung pameran yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada Rabu-Kamis (7-8/11) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Seorang warga Bogor, Dani, mengungkapkan dukungannya terhadap digitalisasi hasil kajian seputar Al-Qur’an yang dilakukan oleh LPMQ. Dengan adanya digitalisasi ini, menurutnya, hasil-hasil kajian Kementerian Agama akan lebih luas menjangkau masyarakat dan lebih mudah dirasakan manfaatnya.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) memperkenalkan inovasi produk layanan Al-Qur’an dalam acara The International Public Service (IPS) Forum yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Rabu-Kamis (7-8/11).

Ketua Tim IT LPMQ, Zarkasi, mengatakan bahwa kegiatan pameran yang diikuti LPMQ ini bertujuan untuk menyosialisasikan inovasi layanan kealquranan yang dilakukan oleh LPMQ. “Kegiatan International Public Service Forum 2018 ini adalah ajang untuk menunjukkan inovasi layanan umum dari berbagai kementerian dan lembaga, provinsi, serta kabupaten dan kota di Indonesia. Alhamdulillah pada tahun ini LPMQ ikut memeriahkan IPSF dan dapat memperkenalkan inovasi-inovasi pelayanan seputar Al-Qur’an kepada masyarakat,” kata Zarkasi melalui pesan singkatnya, Kamis.

Berbagai upaya dilakukan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) untuk menyosialisasikan produk-produknya agar mudah dijangkau masyarakat luas dengan biaya yang lebih murah. Selama ini produk-produk LPMQ dihadirkan kepada masyarakat dalam bentuk buku cetak, seperti, Tafsir Al-Qur'an Tahlili 30 juz, Tafsir Tematik 26 judul, Tafsir Ilmi (Ayat Kauniyah) 19 judul, Tafsir Wajiz 2 jilid, Buku Makki Madani, dan berbagai produk lainnya seputar keilmuan Al-Qur'an.

Sentul, 6/11/18. Semester kedua tahun 2018, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) mengadakan sidang pembahasan artikel yang masuk pada sistem Open Journal System (OJS) Suhuf. Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Pengkajian Al-Qur’an H. Abdul Aziz Shidqi, MA, mewakili Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ). Dalam pembukaannya, Abdul Aziz mengapresiasi capaian Jurnal Suhuf yang masuk peringkat kedua dalam akreditasi jurnal yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Dengan capaian tersebut, “Suhuf harus bisa mempertahankan dan bahkan meningkatkan capaian yang sudah diperoleh,” ujarnya. Acara ini diselenggarakan 6 Nopember 2018 bertempat di Hotel Olympic Renotel, Sentul, Bogor.