Al-Quran Android Kemenag Harus Terus Diperbaiki

Bogor (14/09/2016) - “Kita bersyukur karena Al-Qur’an Android Kementerian Agama sudah diunduh dan dibaca ribuan orang, meskipun ada sejumlah hal yang harus terus diperbaiki dan dikembangkan.” Demikian disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Prof. H. Abdur Rahman Mas’ud, Ph.D dalam pengarahannya pada acara Sidang Reguler Pentahihan yang diselenggarakan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an di Rukun Senior Living, Sentul, Bogor, 14 – 16 September.

Sejalan dengan apa yang dikemukakan Kepala Badan Litbang, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Dr. H. Muchlis M. Hanafi MA menggarisbawahi sejumlah catatan perbaikan, baik yang berasal dari user maupun dari pengembang Al-Qur’an Android Kemenag sendiri, yang harus segera dilakukan agar aplikasi Al-Quran milik pemerintah ini bisa digunakan dengan baik dan mudah oleh masyarakat.

Selain menyinggung soal Al-Qur’an android Kemenag, Kepala Badan Litbang dan Diklat juga menekankan perlunya Lajnah membuat rekap data-data pentashihan yang rinci sehingga bisa dibaca secara luas oleh masyarakat. Data-data tersebut memang sangat diperlukan mengingat fungsi pelayanan yang melakat pada Lajnah terutama yang berkaitan dengan data penerbitan mushaf Al-Qur’an, jumlah tanda tashih dan jumlah mushaf yang dicetak pada setiap tahunnya. Dengan cara ini maka peran dan fungsi  Lajnah benar-benar terlihat dan dirasakan oleh masyarakat.

Upaya perbaikan ke arah yang lebih baik di atas tidak hanya diberlakukan bagi mushaf android Kemenag yang memang baru saja diluncurkan, namun juga pada mushaf cetak kementerian Agama. Perbaikan pada mushaf cetak, menurut Kepala Lajnah, akan dilakukan misalnya pada sisi penggunaan rasmnya. Sebab, selama ini banyak pihak yang mengkritik dan mempertanyakan rasm usmani yang dipakai mushaf standar. Dengan adanya upaya ini diharapkan, ke depan mushaf standar Indonesia bisa menjadi rujukan bagi negara lain  dalam hal penggunaan rasm mengingat Indonesia dinekal sebagai negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Must