Membangun Dialog antar Pemangku Kepentingan

Bekasi (29/11/2016 - Kegiatan Lokakarya Penerbitan Mushaf Al-Qur’an telah beberapa kali dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Pada tahun 2016 ini lokakarya mengusung tema “Wajah Baru Regulasi Penerbitan, Pentashihan dan Peredaran Mushaf Al-Qur’an di Indonesia”. Hal ini dipandang perlu mengingat telah diundangkannya Pertauran Menteri Agama atau PMA no. 44 tahun 2016 tentang Penerbitan, Pentashihan dan Peredaran Mushaf Al-Qur’an yang ditandatangani pada 20 Oktober 2016.

Pgs Kepala LPMQ Muchlis M. Hanafi menyatakan, selain untuk mensosialisasikan PMA tersebut, acara ini juga sebagai upaya untuk membangun dialog atau komunikasi antar pemangku kepentingan (stake holders). “LPMQ  sebagai perwakilan pemerintah yang memiliki otoritas perlu memperhatikan masukan dari penerbit dan masyarakat secara luas”.

Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya Kepala Balitbang dan Diklat Abdurahman Mas’ud juga menyampaikan bahwa pembaca Al-Qur’an sekarang bisa disebut sebagai pengguna baru (new user) atau generasi baru (new generation), mengingat berkembangnya era digital. Menurutnya, pengguna baru ini sekaligus menimbulkan tantangan baru (new challenge). Di sinilah peran Kementerian Agama lebih khusus lagi Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an menjadi sangat penting. “Dengan demikian produk-produk LPMQ yang sangat bagus harus disosialisasikan dan dikembangkan lebih jauh”, pungkasnya.

Lokakarya Penerbitan Mushaf Al-Qur’an dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 29 Nopember sampai 01 Desember 2016 di Hotel Santika, Bekasi. Kegiatan ini juga menghadirkan antara lain Prof. Achmad Gunaryo selaku Kepala Biro Hukum dan Hubungan Internasional dan Dr. Ahsin Sakho Muhammad sebagai salah satu ulama sekaligus pakar yang sangat concern di bidang Al-Qur’an. (fz)