Muchlis M. Hanafi: Jangan Ada Ego Sektoral di LPMQ

Jakarta (12/01/2017) - Mengawali sambutannya dalam kegiatan pembinaan pegawai pada hari Kamis (12/01) pagi, Dr. Muchlis M. Hanafi, MA selaku Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai LPMQ atas partisipasinya dalam mensukseskan seluruh program-program kegiatan di tahun 2016. Penyerapan anggaran LPMQ pada tahun 2016 sebesar 93,7%. Menjadi salah satu unit kerja dengan penyerapan tertinggi di antara unit-unit kerja lain yang berada di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Angka tersebut hanya terpaut sedikit dari target penyerapan yang dicangkan Menteri Agama sebesar 94%.

Pembinaan pegawai di awal tahun 2017 ini diselenggarakan di aula baru ruang pamer museum Istiqlal. Menurut Muchlis, ruang ini dipilih sebagai tempat kegiatan agar semua pegawai tahu ada berbagai perubahan di Gedung Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal yang sudah dikerjakan dalam rentang waktu 6 bulan kemarin. “Supaya semua tahu apa yang terjadi di kantor ini. Jangan ada ego sektoral. Kita adalah satu bagian. Satu atap di bawah LPMQ. Harus saling support”. Ungkapnya.

Menegaskan pernyataannya, doktor lulusan al-Azhar Kairo tersebut mengutip salah satu hadis Rasulullah saw. yang menekankan pentingnya rasa kebersamaan antara sesama umat Islam. “perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainya dalam kasih sayang itu seperti satu tubuh. Apabila salah satu bagian anggota badannya merasakan sakit, seluruh anggota badan lainya tidak bisa tidur dan merasakan demam”. Berdasarkan hadits ini Muchlis menginginkan agar setiap bidang di LPMQ dengan seluruh pegawainya hendaknya saling bahu membahu. Bekerja sama dan saling membantu. Mensukseskan program kegiatan di setiap bidang.  “Karena pada hakikatnya kita adalah satu”. Jelasnya.

Pada kegiatan ini, secara khusus Muchlis memberikan perhatian lebih kepada bidang 3, selaku pengelola Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal. Ada dua hal yang ditawarkannya untuk memajukan Museum yaitu: 1. Menjaring dana dari luar pagu yang telah dianggarkan pemerintah melalui PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak). 2. Mengundang dan melibatkan partisipasi masyarakat. “Jangan mengandalkan pagu resmi. Kita akan begini-begini saja. Kemampuan pemerintah terbatas”, tegas Muchlis. Untuk itu, beliau membuka ruang seluas-luasnya kepada segenap pegawai LPMQ untuk memberikan ide-ide baru yang konstruktif untuk pengembangan museum.

Masih terkait dengan anggaran Muchlis menuturkan sebuah peluang yang bisa kita manfaatkan. Yaitu keputusan presiden tentang ketentuan money follow program (anggaran berbasis progam). “Tradisi LPMQ semenjak 2015 dalam mensiasati penambahan anggaran kegitan harus dilanjutkan. Kita harus mampu menyodorkan program-progman yang menjadi unggulan Kemenag. Program yang bermanfaat dan hasilnya langsung bisa dimanfaatkan oleh masyarkat luas”, ujarnya penuh semangat.

Selama ini LPMQ telah mengerjakan serangkaian kegiatan yang hasilnya sangat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi salah satu progam unggulan Kemenag yang dilaporkan kepada Presiden RI. Seperti Pelayanan Pentashihan Mushaf Al-Quran. Selain itu, setiap tahun LPMQ juga terus menghasilkan berbagai buku kajian berbasis Al-Qur’an, seperti: Tafsir Tematik, Tafsir Ayat-ayat Kauniyah, Tafsir Wajiz, Terjemah Al-Qur’an, Asabab Nuzul, Pelayanan Tashih Online, Al-Qur’an Android, Jurnal Suhuf dan sebagainya. Semua produk tersebut terbukti telah bermanfaat bagi umat Islam Indonesia.

Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hasil kerja LPMQ melebihi apa yang sudah dilakukan, Muchlis mengingatkan berkali-kali kepada peserta pembinaan agar terus bekerja secara maksimal. Bukan sekedar bekerja untuk memenuhi jam kerja saja. Terlebih yang dikerjakan adalah terkait Al-Qur’an. Sebuah pekerjaan yang mulia. “Jangan sekedar mengabdi atau bekerja di LPMQ untuk memenuhi jam kerja saja. Lebih dari itu adalah soal kinerja yang berkualitas. Bekerja sungguh-sungguh dengan bersantai-santai sama waktu yang dihabiskan. Sayang kalau tidak maksimal. Tentu dalam kapasitasnya masing-masing. Mari kita tingkatkan kesadaran kita untuk memberikan yang terbaik kepada LPMQ. Terlebih yang  kita urusi adalah Al-Qur’an. Ini adalah sebuah kehormatan”. bp