LPMQ Tahun 2016 Mengeluarkan 200 Lebih Tanda Tashih

Bogor, 30 /1/17. Memasuki tahun 2017, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama mengawali kegiatannya dengan mengadakan sidang reguler pentashihan pertama. Sidang Reguler pertama ini diadakan selama 3 hari, 30 Januari – 1 Pebruari 2017, bertempat di Hotel Royal Padjadjaran, Bogor. “Pada tahun 2017 ini, LPMQ akan mengadakan kajian Rasm Usmani pada Mushaf Standar Indonesia demi memperkuat keberadaan mushaf tersebut di masyarakat. Selain itu, kajian tersebut juga merupakan amanat seminar internasional yang dilakukan tahun 2016 yang lalu,“ demikian salah satu butir pembukaan yang disampaikan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA. “Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, maka sudah waktunya kita dilihat dunia dalam hal penggunaan mushaf dan penetapan rasm yang digunakan,” demkian Kepala Lajnah menambahkan.

Hadir pula memberi pengarahan pada acara ini Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D. Dalam sambutannya, Kepala Badan mengapresiasi LPMQ karena pada tahun 2016 telah mengeluarkan 200 lebih surat tanda tashih, dengan oplah cetak 4 sampai 5 juta eksemplar mushaf Al-Qur’an.

Pada sidang regular ini, LPMQ mentashih sejumlah naskah mushaf Al-Qur’an dari sejumlah penerbit, di antaranya, Sutra Benta Perkasa, Pekanbaru, Juz Amma dan Terjemah; Sinar Baru Algesindo, Bandung, Mushaf Tajwid warna dan Terjemah; Sinar Baru Algesindo, Bandung, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; Al-Qolam Publishing, Tangerang, Hafidz Karoke Juz 30; Darul Hijrah, Surabaya, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, Mushaf Hafalan; Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, Mushaf Al-Qur’an 22 Baris; Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz dan Terjemah; Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; Salam Putera Masgon, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; Cordoba, Bandung, Mushaf Tahfidz For Kids. 

Hadir pada acara sidang regular kali ini sejumlah narasumber dan tim pakar, di antaranya Dr. KH. Ahmad Fatoni, Dr. Hj. Umi Husnul Khatimah, MA, Dr. KH. Ali Nurdin, MA, Dr. H. Husnul Hakim, MA, Drs. H. Badri Yunardi, M.Pd, Drs. H. Mazmur Sya’rani dan sejumlah nasrasumber lainnya yang berasal dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia. Pada sidang ini diharapkan naskah-naskah yang nanti akan dikeluarkan tanda tashihnya sudah tidak diketemukan lagi kesalahan-kesalahan di dalamnya. Must