Mufti (Menteri Agama) Uzbekistan menemui dua delegasi Indonesia yang diundang secara khusus untuk membicarakan rencana kerjasama di bidang wisata religi dan pendidikan. Dua delegasi Indonesia, Sahid Group diwakili oleh Prof. Sukamdani Nugraha, MBA, Presiden Sahid Group, didampingi oleh oleh Ibu Sri Bimastuti Handayani Sukamdani, putri pendiri Sahid Group, dan Vivi Herlambang. Sedangkan dari pihak Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) diwakili oleh Saifuddin, MA.Hum, selaku Kepala Seksi Koleksi dan Pameran BQMI.

Pertemuan diawali dengan sambutan Mufti, beliau mengucapkan terimakasih atas kedatangan dan kesediaan para delegasi dalam rencana kerjasama wisata religi dan pendidikan. Kemudian dilanjutkan perkenalan kelembagaan Muftiyat, instansi pemerintahan yang mempunyai tugas dan fungsi dalam urusan keagamaan di Uzbekistan. Beliau juga memperkenalkan tempat-tempat bersejarah serta para ulama dari beberapa kota penting, seperti Samarkhan dan Bukhara, yang saat digunakan sebagai madrasah-madrasah diniyah.   
Dalam pertemuan ini, Saifuddin terlebih dahulu memperkenalkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an sebagai instansi pemerintah di bawah Kementerian Agama RI yang secara khusus bertanggungjawab dalam urusan terkait Al-Qur’an, salah satunya adalah pengelolaan BQMI. Islam di Indonesia, tidak bisa dipisahkan dengan Uzbekistan, sejarah membuktikan bahwa juru dakwah masa awal (abad ke-15 M) terdapat nama Syekh Samarqandi yang berasal dari Kota Samarkhan. Beliau inilah salah satu dari leluhur para Walisongo di Jawa. Selain itu, banyak sekali keterkaitan erat hubungan sejarah Islam antara Indonesia dan Uzbekistan. Oleh karena itu, BQMI mengapresiasi dan menyambut ajakan kerjasama dalam bidang Wisata Religi. BQMI akan memberikan tempat khusus untuk pembuatan Uzbekistan corner yang menurut rencana akan diisi dengan berbagai macam koleksi dan informasi terkait warisan Islam dan para ulama dari Uzbekistan. Dengan adanya tempat ini diharapkan masyarakat Indonesia akan lebih mengetaui sejarah keemasan Islam di masa silam dengan Samarkhan dan Bukhara sebagai pusat peradaban.
Mufti mengatakan, insyallah kedepan akan dihadiahkan copy “Mushaf Usman bin ‘Affan”, rencananya mushaf tertua di dunia ini akan dipamerkan di Uzbekistan Corner, BQMI. Beliau juga mengatakan, jika ada kunjungan ke Indonesia akan mengunjungi BQMI yang terletak di komplek TMII.
 Kepada Sahid Group, Mufti mengungkapkan kekagumannya, “Selama ini saya bertemu dengan ribuan pengusaha dan bisnisman, tetapi baru kali ini saya mendengarkan bahwa Rencana Sahid Group membangun dua Hotel di komplek Makam Imam Bukhori dan tengah Kota Samarkhan, mempunyai niat tulus semata-mata ingin mencari keberkahan dan keridhaan Allah Swt. Oleh karena itu, saya menganggap Prof. Sukamdani sebagai teman sejati saya, Insyallah jika ada kunjungan ke Indonesia saya akan berziarah ke Makam ayahanda Nugraha, pendiri Sahid Group, dan berkunjung ke pesantren Sahid yang didirikan di atas tanah seluas 82 hektar. [20/12/2018 - Syaifuddin]