Penelitian Mushaf Kuno 2012

Foto Mushaf Banten Dengan latar belakang, tujuan dan metode yang sama dengan penelitian mushaf kuno Nusantara tahun 2011, pada tahun 2012 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI melaksanakan penelitian lanjutan di beberapa provinsi. Sebagian provinsi sama dengan tahun lalu, namun lokus penelitiannya berbeda, sehingga mushaf yang ditemukan pun berbeda dari temuan tahun sebelumnya.

Sejumlah provinsi yang menjadi sasaran penelitian, peneliti, serta hasil temuannya, yaitu (1) Provinsi Jawa Barat dengan lokus penelitian Bandung, Garut, dan Sumedang, dilakukan oleh Jonni Syatri, MA., dan Syaifuddin, M.A. Hum., menemukan 18 mushaf; (2) Provinsi Jawa Timur dengan lokus penelitian Kabupaten Sumenep, Madura, dilakukan oleh Abdul Hakim, M.Si., menemukan 29 mushaf; (3) Provinsi Kalimantan Barat dengan lokus penelitian Kota Pontianak, dilakukan oleh Zarkasi, MA dan Ahmad Jaeni, S.Th.I., menemukan 20 mushaf; (4) Provinsi Kalimantan Timur dengan lokus penelitian Kota Samarinda, dilakukan oleh Drs. H. Enang Sudrajat dan Zainal Arifin, S.Sos.I, menemukan 12 mushaf; (5) Provinsi Sulawesi Barat, dilakukan oleh Drs. Ali Akbar, M.Hum., menemukan 8 mushaf; (6) Provinsi Maluku dengan lokus penelitian Kabupaten Maluku Tengah, dilakukan oleh dan Muhammad Musadad, S.Th.I. dan Harits Fadly, Lc., MA., menemukan 12 mushaf, dan (7) Provinsi Maluku Utara dengan lokus penelitian Kota Ternate, dilakukan oleh Dr. H. Bunyamin Yusuf, MA dan Mustopa, M.Si., menemukan 9 mushaf. Jadi, naskah mushaf yang berhasil diinventarisasi pada penelitian tahun 2012 berjumlah 95 naskah mushaf baru.

Tidak lama setelah para peneliti kembali dari penelitian lapangan, diadakan pra-seminar, dalam rangka persiapan untuk presentasi makalah dalam seminar penelitian. Dalam kegiatan ini, para peneliti mempersentasikan draft makalah untuk mendapat masukan dari narasumber dan sesama peneliti. Pra-seminar dilaksanakan pada tanggal 17 September 2012, dengan narasumber Prof. Dr. Syarif Hidayat dari Universitas Padjadjaran Bandug, dan Dr. Mu'jizah dari Pusat Bahasa, Jakarta.

Seminar hasil penelitian dilaksanakan pada tanggal 12-13 Nopember 2012 dengan sejumlah narasumber, yaitu Prof. Dr. Syarif Hidayat dan Dr. Titin Nurhayati (Universitas Padjadjaran, Bandung), Dr. Mu'jizah (Pusat Bahasa, Jakarta), Dr. Ali Akbar (Universitas Indonesia), Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad (IIQ Jakarta), dan Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA (Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Jakarta). Adapun peserta seminarnya terdiri atas peminat kajian mushaf kuno dari beberapa perguruan tinggi dan lembaga lain, serta pegawai Lajnah.

Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang pada dasarnya tidak berbeda dari penelitian tahun 2011 sebelumnya. Adapun tambahan kesimpulan baru, di antaranya: (1) jenis qiraat yang digunakan pada umumnya mengacu pada riwayat Hafs dari Imam 'Āshim, walaupun pada beberapa naskah juga ditemukan menggunakan riwayat Qalun dari Imam Nafi'; serta (2) dalam beberapa mushaf ditemukan catatan pias berupa keterangan bacaan (qiraat) lain, yang menandakan bahwa ilmu qiraat pada zaman dahulu sudah cukup dikenal dan dikuasai oleh para ulama Al-Qur'an; serta (3) kaligrafi dan iluminasi dalam mushaf Nusantara cukup indah dan beragam, menunjukkan adanya kreativitas lokal di sejumlah provinsi penelitian.

Adapun rekomendasi dari penelitian ini, tidak berbeda dari penelitian tahun 2011 sebelumnya, yaitu (1) masih perlunya penelitian dan penelusuran lebih lanjut tentang keberadaan mushaf kuno yang tersebar di seluruh Nusantara; (2) menginventarisasi mushaf-mushaf yang telah ditemukan dan membuat katalog khusus mushaf kuno; (3) mengupayakan penghimpunan mushaf kuno untuk disimpan di Bayt al-Qur'an; dan (4) perlunya dirintis kegiatan lanjutan yaitu digitalisasi mushaf kuno Nusantara.[]