Temuan kesalahan pada mushaf Al-Qur'an yang beredar sebaiknya tidak diviralkan di media sosial, tetapi dilaporkan kepada pihak berwenang. Pesan ini disampaikan oleh Muchlis M. Hanafi, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jumat (19/09/2018).

Kegiatan Halaqah Al-Qur'an dan Kebudayaan Islam yang diselenggarakan oleh Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal (BQMI) diikuti mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Pada forum ini dijelaskan bahwa mushaf Al-Qur'an yang beredar di masyarakat harus melalui proses pentashihan dan melampirkan Tanda Tashih dari Kementerian Agama melalui LPMQ.

Sidang kajian penyempurnaan terjemahan Al-Qur'an Kemenag telah memasuki tahap akhir. Dari sekian pembahasan yang dicermati oleh tim pakar adalah penulisan kata atau kalimat dalam tanda kurung sebagai keterangan tambahan.

Kata dalam tanda kurung diletakkan tepat di belakang sebuah kata dalam terjemahan yang dikhawatirkan tidak dipahami maksudnya. Sebagai kata penjelas tambahan, tentu saja tidak ada cantolan redaksi tekstualnya dalam ayat Al-Qur'an.

Menurut Prof. Rosihon Anwar, MA, "Terkait penambahan kata dalam kurung, ada dua hal yang kemungkinan terjadi. Pertama, tim menambah keterangan. Kedua, tim menghapus keterangan terdahulu, karena dianggap sudah jelas." Demikian ungkap pakar tafsir dari UIN Bandung tersebut.  

 

Presiden Republik Singapura, Mdm Halimah Yaqub membuka pameran, 12 Oktober 2018.

Bayt Al-Quran & Museum Istiqlal (BQMI) yang dikelola Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) berpartisipasi dalam perhelatan pesta budaya Melayu yang diselenggarakan oleh The Malay Heritage Center (Taman Warisan Melayu), Singapura, selama beberapa bulan ke depan.

Pameran dibuka dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Singapura, Mdm Halimah Yaqub pada Jumat malam, 12 Oktober 2018 di kawasan Masjid Sultan. Pesta budaya Melayu kali ini bertemakan “Undangan ke Baitullah; Sejarah Haji dari Dunia Melayu ke Mekkah”. Pameran menyajikan sejarah, jaringan sosial-ekonomi dan tradisi budaya terkait perjalanan haji dari tanah Melayu menuju tanah suci Mekkah.

Tidak kurang dari seratus koleksi dari lima negara (Singapura, Brunei, Malaysia, Belanda/Leiden dan Indonesia/BQMI) dipamerkan. BQMI meminjamkan 19 koleksi yang terdiri dari artefak perhajian. Koleksi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah, budaya dan material yang sangat tinggi terkait perhajian.

Lokasi Taman Warisan Melayu Singapura dahulu adalah Istana Kampong Gelam. Pameran ini memaparkan peran penting Kampong Gelam sebagai bandar pelabuhan utama di mana umat Islam dari seluruh Nusantara berkumpul dan mempersiapkan diri untuk menunaikan haji dengan menaiki kapal ke Mekkah pada akhir abad ke-19 hingga awal tahun 1970-an.

Selain pameran perhajian, pesta budaya Melayu ini menampilkan berbagai pentas seni budaya dan kuliah umum tentang budaya dan tradisi haji di Nusantara. Keikutsertaan BQMI dalam perhelatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan dalam mengenalkan tradisi Islam di kawasan Nusantara. [MMH]

Tim Pakar kajian penyempurnaan terjemahan Al-Qur'an Kemenag telah merampungkan tugasnya mengkaji dan menyempurnakan terjemahan Al-Qur'an 30 juz di Bogor (16/10), siang hari ini.

Abdul Aziz Sidqi, Kepala Bidang Kajian dan Pengembangan Al-Qur'an LPMQ mengatakan, "Sidang penyempurnaan terjemahan ini adalah yang ke-8. Tim pakar membahas juz 29 dan juz 30 yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok A membas surah al-Jin sampai dengan surah al-Takwir, sedangkan kelompok B membahas surah al-Infithar sampai dengan surah al-Nas", jelasnya. 

Medan (09/10/2018) - Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) yang berada di bawah pengelolalan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI turut serta dalam pameran dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXVII yang diselenggarakan di Medan. Tema yang diangkat pada pameran ini “Mengenal Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia” (MSI).