Mushaf Al-Qur’an di Indonesia dari Masa ke Masa

Katalog Pameran Katalog Pameran Mushaf Al-Qur’an diterbitkan dalam rangka penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional di Banjarmasin. Pameran keliling yang bertajuk “Mushaf Al-Qur’an di Indonesia dari Masa ke Masa” ini berlangsung selama delapan hari (4-11 Juni 2011) dan menampilkan tak kurang dari 30 jenis koleksi mushaf.

Katalog ini memuat empat tulisan yang berbicara tentang khazanah dan perkembangan mushaf Al-Qur’an di Indonesia. Tulisan pertama, berjudul “Khazanah Mushaf Kuno di Indonesia” ditulis oleh Ali Akbar. Tulisan ini mengajak pembaca menelusuri jejak mushaf yang tersebar di seluruh nusantara, baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri (Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Australia, India, Malaysia, Brunei Darussalam, dll). Selain itu juga membahas tentang tradisi penyalinan Al-Qur’an di Nusantara, yang diperkirakan telah ada sejak akhir abad ke-13.

Tulisan kedua ditulis oleh Drs. H. M. Abdan Syukri, berjudul “Mushaf Syekh Arsyad al-Banjari”. Tulisan ini mengulas tentang keindahan desain dan perwajahan serta tanda baca dan tajwid pada Mushaf Syekh Arsyad al-Banjari. Mushaf ditulis pada abad ke-18 menggunakan khat naskhi serta dibubuhi hiasan dan lukisan yang sangat jarang ditemukan dalam tradisi penulisan mushaf dunia Islam pada umumnya. Mushaf yang disalin oleh Muhammad Arsyad al-Banjari (ulama abad ke-18) ini, kini menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.

Pada tulisan ketiga yang berjudul “Mushaf Al-Qur’an di Indonesia sejak Abad ke-19 hingga Pertengahan Abad ke-20”, Abdul Hakim Syukrie mencoba merunut perkembangan penyalinan mushaf Al-Qur’an di Nusantara, mulai abad ke-13 hingga pertengahan abad ke-20. Mulai dari tradisi penyalinan secara manual (tulisan tangan) hingga teknik penyalinan modern dan massif melalui usaha pencetakan. Ditampilkan juga contoh mushaf Al-Qur’an cetakan Palembang (1848) dan mushaf Al-Qur’an terbitan Ab Siti Syamsiyah Surakarta (1935).

Sedangkan pada tulisan terakhir berjudul “Dari Mushaf ‘Bombay’ ke Mushaf ‘Kontemporer’”,  Ali Akbar menguraikan perkembangan pencetakan dan penerbitan mushaf Al-Qur’an sejak 1950-an hingga kini, mulai dari Al-Qur’an reproduksi cetakan Bombay hingga mushaf generasi baru dengan berbagai kreasi dalam hal cover, isi, maupun kelengakapan teks tambahan. Penulis juga mengulas sejarah munculnya kegiatan pentashihan Al-Qur’an dan lahirnya Mushaf Standar Indonesia, sebagai upaya memelihara kemurnian, kesucian dan kemulian Al-Qur’an.