Koleksi Museum Adityawarman, Padang

Sumatera Barat dapat dikatakan kaya dengan naskah kuno, termasuk Al-Qur’an, yaitu sebanyak 45 naskah yang disimpan oleh beberapa lembaga dan perorangan. Hal ini berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan M. Yusuf dan timnya. Adapun Museum Adityawarman, Padang, mengoleksi 13 manuskrip Al-Qur’an dengan kondisi yang cukup baik, meskipun dari sisi kelengkapan, hanya sedikit saja yang lengkap 30 juz. Koleksi manuskrip Al-Qur’an terawat dengan baik, dan masih ada beberapa koleksi yang belum terinventarisir oleh petugas koleksi museum.

Sebagian besar koleksi mushaf menggunakan rasm imlai, sebagaimana kebanyakan manuskrip Al-Qur’an di Indonesia, namun beberapa kata seperti al-hayat, as-shalat, dan beberapa tulisan lainnya menggunakan rasm usmani. Tanda baca sangat beragam. Pembubuhan tanda tajwid diduga dilakukan kemudian setelah penyalinan Al-Qur’an selesai dilakukan, atau kemungkinan lain, dilakukan setelah atau pada saat pembelajaran Al-Qur’an dilakukan, dan dengan menggunakan warna tinta yang berbeda, yaitu dengan tinta warna merah. Semua mushaf tidak memiliki nomor ayat yang merupakan pembatas antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya. Ada beberapa koleksi yang menggunakan tanda titik sebagai pemisah ayat. Tanda lainnya adalah maqra, ada yang dihias, dan ada yang tidak.

Kertas yang digunakan pada manuskrip ini adalah kertas Eropa, sebagian besar memiliki cap kertas Propatria dan Singa berpedang. Kulit Al-Qur’an sebagian besar sudah rusak dan diganti dengan kain yang  dilapisi kertas, dan kemudian diberi warna kecoklatan sehingga menyerupai warna kulit sebagaiman pada dua Al-Qur’an lainnya yang masih memiliki cover yang terbuat dari kulit binatang.[]

Berita Terkait