Mushaf Kesultanan Tidore

 

Berbeda dengan Ternate yang memiliki 8 manuskrip Al-Qur’an kuno, Tidore memiliki satu mushaf, dan mushaf ini berada di Museum Kesultanan Tidore. Penulis atau penyalin mushaf tidak diketahui. Mushaf ini sudah tidak utuh lagi, termasuk lembaran terakhir sehingga tidak ada kolofon dan keterangan yang lebih komprehensif terkait dengan identitas mushaf, termasuk tentang masa penyalinannya. Mushaf ini berukuran 28 x 19 x 6 cm dengan ukuran bidang teks 18 x 11 cm. Jumlah baris mushaf ini untuk setiap halamannya adalah 15, sehingga masing-masing juz terdiri sekitar 10 lembar atau 20 halaman lebih. Rasm yang digunakan adalah imlai, namun kata-kata tertentu menggunakan rasm usmani.

Tinta yang digunakan adalah hitam, merah, dan kuning; hitam untuk tulisan utama mushaf, merah untuk tanda waqaf, tanda tajwid seperti idgam, mad wajib dan jaiz, serta untuk sisi lingkaran bulatan ayat. Bagian dalam ayat sendiri diwarnai kuning. Warna kuning keemasan juga bisa dijumpai pada iluminasi bagian depan  mushaf dan bagian tengah pada surah Al-Isra. Mushaf ini juga dilengkapi dengan tanda maqra, sumun, rubu, tanda ‘ain dan tanda pergantian juz yang ditulis di pias mushaf. Kertas yang digunakan adalah kertas Eropa dengan cap kertas Pro Patria. Qiraat yang digunakan adalah qiraat Hafs dari ‘Asim. Penggunaan qiraah pada mushaf ini perlu dijelaskan, karena pada mushaf utama di Keslutanan Ternate yang dipakai adalah qiraah Qalun dari Nafi. Perbedaan penggunaan qiraah di dua pulau yang berdekatan ini menandakan adanya dinamika dalam bacaan Al-Quran masyarakat Islam pada kurun waktu tersebut.

Hal menarik lain yang ada pada mushaf ini adalah bahwa manuskrip ini menggunakan penandaan ayat pojok sebagaimana lazim digunakan untuk menghafal di pesantren-pesantren tahfiz. Penggunaan ayat pojok pada mushaf ini menandakan perbedaan yang cukup signifikan dengan mushaf yang ada di Ternate, karena mushaf di pulau ini tidak ada satu pun yang menggunakan ayat pojok. Patut diduga, sumber penyalinan mushaf Tidore ini berbeda dengan mushaf Ternate. Selain itu, khat yang digunakan pada mushaf Tidore nampak lebih indah ketimbang yang ada di Ternate. (Mustopa)

Berita Terkait