Mushaf Kuno dari Sinjai, Sulawesi Selatan

Provinsi Sulawesi Selatan memiliki koleksi mushaf kuno yang relatif banyak jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Pada penelitian tahun 2011 oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) ditemukan sembilan mushaf kuno di beberapa kota, yaitu tiga di Museum La Galigo Makassar, dua di Museum Balla Lompoa Gowa, dua koleksi pribadi di Sinjai, dan dua koleksi pribadi di Wajo. Meskipun penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti LPMQ baru menemukan sembilan mushaf kuno, namun potensi jumlah tersebut bisa bertambah seiring dengan informasi yang datang dari masyarakat.

Di antara 9 mushaf kuno tersebut, hanya dua mushaf yang di dalamya terdapat kolofon yang memberikan informasi nama penulis dan tahun penulisan mushaf. Kedua mushaf tersebut terdapat di kota Sinjai. Mushaf ini merupakan koleksi pribadi H. Puang Arif yang merupakan warisan turun-temurun yang pada awalnya merupakan hadiah dari penulis kepada raja-raja Islam di Sulawesi Selatan kepada pemiliknya Puang Yusuf. Tempat penyimpanan naskah berada di rumah pribadi di Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Mushaf pertama bahan sampulnya terbuat dari kulit dengan motif polos berukuran 33,5 x 24 cm, tebal 7 cm, dengan pengikat benang. Mushaf dalam kondisi baik, berbahan kertas Eropa, tinta berwarna hitam, merah, hijau dan kuning. Jumlah halaman yang ditulis sebanyak 318 halaman dengan jarak antarbaris 2 cm. Tidak ada penomoran ayat dan halaman.

Berdasarkan keterangan yang terdapat dalam kolofon, tanggal penulisannya, yaitu hari Jumat, 19 Shafar tahun 1282 H (13 Juli 1865), penulisnya adalah H. Zainal Abidin Syekh Umar al-Jawi al-Bugisi al-Wajo.

Pada bagian kepala surah memuat keterangan nama surah, tempat turunnya dan jumlah ayat dengan tinta warna merah dan dibatasi dengan garis. Setiap akhir ayat ditandai dengan bulatan berwarna kuning tanpa nomor ayat, hal ini mengakibatkan adanya perbedaan antara keterangan dan jumlah tanda, seperti yang terdapat dalam Surah al-‘Asr. Mushaf ini diakhiri dengan doa khatam Al-Qur’an.

Mushaf kedua sampulnya juga terbuat dari bahan kulit dengan ukuran 43 x 26 cm, tebal 6 cm, dengan pengikat benang. Keadaan Mushaf dalam kondisi baik, berbahan kertas Eropa, tinta berwarna hitam, merah, dan kuning.

Berdasarkan keterangan yang terdapat dalam kolofon, penulis mushaf ini adalah H. Abdul Majid bin Seikh al-Haj Abdul Hayy al-Jawi al-Bugisi, 10 Safar 1261 H (17 Februari 1845), ditulis di Makkah. Bagian kepala surah memuat keterangan nama surah, tempat turunnya dan jumlah ayat. Keterangan ini menggunakan tinta warna merah dan dibatasi dengan garis. Pada awal surah terdapat keterangan keutamaan surah yang tertulis di luar teks ayat baik di samping atau bawah, juga terdapat penjelasan bacaan qiraat di sebelah teks ayat. Di akhir mushaf terdapat doa khatam Qur’an dan penjelasan tentang nama-nama surah dan jumlah huruf dalam Al-Qur’an serta penjelasan tentang qiraat. (MM)

Berita Terkait