Mengenal Mushaf Koleksi Museum La Galigo (1)

Mushaf ini merupakan koleksi museum La Galigo Makassar Sulawesi Selatan. Di antara koleksi mushaf lainnya, mushaf ini merupakan mushaf dengan kondisi fisiknya paling baik. Cover dan kertasnya masih bagus, demikian juga tulisan teksnya masih cukup jelas, ditulis di atas kertas Eropa dengan cap kertas Crescent (NP ND)  Mobey Coll. Ukurannya 33 x 24 cm. Tebal mushaf 631 halaman, sekitar 7 cm. Warna tinta yang digunakan untuk menulis teks ayat, hitam dan merah, sedangkan untuk iluminasi menggunakan warna merah, kuning, hijau, biru dan hitam. Jumlah baris pada halaman biasa, 15 baris. Sistem penulisan menggunakan sistem pojok, yakni setiap akhir halaman diakhiri dengan ayat, dan kata alihan (catchword) terdapat pada akhir halaman sebelah kanan.

Teks ayat pada mushaf ini ditulis menggunakan gaya khat naskhi. Naskah tidak diberi nomor halaman dan nomor ayat, hanya saja antarayat dipisahkan dan diberi tanda lingkaran berwarna kuning. Beberapa halaman depan kosong tanpa tulisan sebanyak 7 halaman kecuali halaman kedua terdapat tulisan lontara. Demikian juga halaman akhir sebanyak 7 halaman kosong kecuali lembar kedua dari akhir terdapat teks ayat surah al-Mulk ayat 13-23 dan permulaan ayat 24. Mushaf ini memiliki kolofon dalam bahasa Arab yang maksudnya kurang lebih sebagai berikut:

Sungguh telah tamat dan sempurna Al-Qur’an yang Mulia ini pada hari Kamis tanggal 28 Sya‘bn tahun 1289 dari hijrah Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan mengucap alhamdulillah dan berkat pertolongan, taufiq, karunia, dan kenikmatan-Nya, berharap semoga Allah ta‘ala menerimanya dan berharap akan syafa’at Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallama untuk kita semua kelak di hadapan Allah ta‘ala, dan untuk seluruh umat muslimin, muslimat, mu'minin, mu'minat baik yang masih hidup dan yang telah wafat. Amin amin. Dan penulisnya adalah haji sufyan a-auri imam al-Buni bin ‘Abdillah seorang al-Qadhi (hakim) Bone. Semoga Allah mengampuni kita, kedua orang tua kita, guru-guru kita, saudara-saudara kita seiman, pendahulu kita, penerus kita, saudara-saudara kita yang mencintai kita, dan kaum mu’minin, mu’minat baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Dan pemiliknya adalah Tuli'ai Syabandar Bone yang bertempat tinggal di negri Tellulelan, semoga Allah mengampuninya amin wal-Hamdulillāhi rabbil ‘alamīn.

Dari kolofon tersebut dapat diketahui bahwa penulisan mushaf diselesaikan tahun 1289 H (1872 M), paruh akhir abad ke-19, yang berarti usia mushaf ini sudah berumur 139 tahun. Setiap kepala surah dibingkai dengan garis yang serupa dengan bingkai teks. Pada bingkai tersebut dijelaskan nama surah, makiyyah atau madaniyyah, dan jumlah ayat yang ditulis dengan tinta merah. Di antara hal yang menarik pada mushaf ini adalah penulisan lafadz وليتلطف (pertengahan mushaf) yang ditulis menggunakan tinta merah.

Setiap awal juz ditulis menggunakan tinta merah. Demikian halnya dengan hiasan pinggir. Bingkai teks pada mushaf ini mengambil bentuk tiga garis lurus berwarna hitam dan merah, dan di antara dua garis berwarna hitam diberi warna kuning. Sedangkan bingkai berhias, sebagaimana mushaf-mushaf di Asia Tenggara, terletak di tiga tempat, di pembukaan, di akhir dan di tengah mushaf Al-Qur’an. Pada mushaf ini bingkai berhias tengah terletak di awal surah al-Isra', sebagaimana umumnya mushaf-mushaf dari Pantai Timur. (Zar)

Berita Terkait