Manuskrip Al-Qur’an koleksi Museum La Galigo, Makassar, ini masih cukup baik. Kertas yang digunakan masih bagus, hanya saja beberapa halamannya termakan tinta sehingga sedikit berlubang. Naskah ini ditulis di atas kertas Eropa dengan cap kertas Pro Patria. Ukurannya 33 x 20,5 cm. Jumlah halaman 613 halaman dengan tebal sekitar 7 cm. Warna tinta yang digunakan untuk menulis teks ayat adalah hitam. Sedangkan untuk hiasan dan iluminasi menggunakan warna hitam, merah dan kuning emas. Jumlah baris pada halaman biasa 15 baris. Penulisan pada mushaf ini menggunakan sistem pojok, yakni setiap akhir halaman diakhiri dengan penghabisan ayat.

Mushaf ini ditulis menggunakan khat bergaya naskhi. Naskah tidak diberi nomor halaman dan nomor ayat, hanya saja antarayat dipisahkan dan diberi tanda lingkaran berwarna kuning. Sebagaimana mushaf Al-Qur'an lainnya, mushaf ini pun dimulai dengan surah al-Fātihah dan diakhiri dengan surah an-Nās.

Setiap kepala surah dibingkai dengan garis yang serupa dengan bingkai teks. Dalam bingkai tersebut dijelaskan nama surah, makiyyah atau madaniyyah, dan jumlah ayat yang ditulis dengan tinta merah. Di bawahnya terdapat bingkai lagi yang menerangkan jumlah ayat, jumlah kata, jumlah huruf dan urutan turunnya yang ditulis dengan tinta hitam. Untuk awal juz ditulis dengan tinta merah dan hiasan pinggir yang menunjukkan bilangan juz. Di antara kekhususan mushaf ini lafadz وليتلطف yang ditulis dengan tinta merah, terletak di pertengahan mushaf. Bingkai teks pada mushaf ini berupa tiga garis berwarna hitam dan satu garis luar berwarna merah. Sedangkan bingkai berhias terletak hanya ada di dua tempat, yakni di pembukaan dan di akhir mushaf Al-Qur’an.(Zar)