Mengenal Mushaf Asal Maluku Tengah

Mushaf ini disimpan di rumah tua marga Lewaru, Desa Wakal, Maluku Tengah, merupakan mushaf yang sangat dikeramatkan. Pada bulan Ramadan, mushaf ini menjadi bacaan para tetua adat. Bahkan, konon,mushaf ini wajib dicium setiap pejuang marga Lewaru ketika hendak pergi ke medan perang, sehingga salah satu halamannya tampak pudar. Sebenarnya mushaf ini dilarang untuk difoto.

Sampul mushaf berwarna coklat dan tampak garis lurus mengelilingi tepinya. Penjilidan dilakukan dengan benang, sementara sampul mushaf sudah hilang. Di halaman depan tertulis nama penyalin mushaf ini, yaitu Qadiru (قَدِيْرُ). Kertas yang digunakan adalah kertas dluwang. Setiap halaman terdiri dari 13 baris.

Nama surah dan status surah, makkiyyah atau madaniyyah, disalin dengan tinta merah, begitu pula lingkaran tanda ayat dan nama setiap juz. Adapun teks utamanya disalin menggunakan tinta hitam. Ayat-ayat disalin menggunakan khat nasakh. Iluminasi tidak ditemukan pada mushaf ini, hanya garis hitam di tepi ayat atau garis lingkaran di halaman surah al-Isrā' serta sampul terukir motif floral dan garis-garis. Qiraat yang digunakan adalah qiraat riwayat Ḥafṣ dari Imam ‘Āṣim. (HF)

Berita Terkait