Mengenal Mushaf Koleksi Museum Masjid Agung Demak (1)

 

Mushaf 1

Ukuran 32 x 19,5 cm, kertas Eropa dengan cap tandingan WW&H Pannekoek. Ayat ditulis dengan tinta merah hitam, sedangkan tinta merah digunakan untuk kepala surah, permulaan juz, tanda tajwid, catatan pias, dan lingkaran akhir ayat. Sampul kulit warna coklat, tampak ditambahkan pada masa belakangan. Mushaf tidak lengkap di bagian depan. Iluminasi bagian awal mushaf telah hilang, dan yang  tersisa adalah iluminasi tengah di awal Surah al-Kahf, dan iluminasi akhir mushaf. Iluminasi berbentuk persegi dengan tambahan semacam segitiga di keempat tepi halaman. Motif yang digunakan adalah floral dengan dominasi warna kecoklatan. Ada sedikit perbedaan model antara iluminasi tengah akhir mushaf, yaitu di bagian atas bentuk persegi. Di bagian akhir mushaf terdapat catatan kolofon dalam huruf Pegon berbunyi, “Ingkang gadhah Qur’an ... Wijaya ingkang ngabdi Kanjeng Pengiran” (Yang memiliki Al-Qur’an ... Wijaya yang mengabdi kepada Kanjeng Pengiran). Di halaman terakhir mushaf terdapat catatan berbahasa Jawa dalam huruf Pegon. (aa)

 

 

 

Mushaf 2

Ukuran 32 x 20 cm, kertas Eropa, cap kertas ProPatria dengan huruf JH di bagian bawah, dan cap tandingan WW&H Pannekoek. Ayat ditulis dengan tinta hitam, sedangkan tinta merah digunakan untuk kepala surah, permulaan juz, tanda tajwid, catatan pias, dan lingkaran akhir ayat. Naskah tanpa sampul. iluminasi terdapat di awal, tengah, dan akhir mushaf. Iluminasi Surah al-Fatihah telah hilang, yang tersisa adalah bagian iluminasi awal Surah al-Baqarah. Iluminasi tengah mushaf terdapat di awal Surah al-Kahf. Corak struktur iluminasi awal, tengah, dan akhir mushaf berbeda. Iluminasi tengah mushaf dihias penuh dengan garis hingga tepi halaman. Di bagian atas dan bawah iluminasi akhir mushaf terdapat kaligrafi “Muhammad” dan “Rasulullah”. (aa)