Mengenal Mushaf Koleksi Museum Masjid Agung Demak (2)

 

Mushaf 3

Ukuran mushaf 32 x 20 cm, kertas Eropa. Ayat ditulis dengan tinta hitam, sedangkan tinta merah digunakan untuk kepala surah, permulaan juz, tanda tajwid, catatan pias, dan lingkaran akhir ayat. Sampul kulit coklat dengan hiasan cap tanpa warna. Iluminasi diduga terdapat di awal, tengah, dan akhir mushaf, namun yang tersisa hanya iluminasi awal dan tengah. Iluminasi tengah mushaf terdapat di awal Surah al-Kahf. Warna yang digunakan adalah merah, coklat, biru, hijau, dan kuning, dengan motif kawung, srimpedan (geometris), dan sulur. Iluminasi awal mushaf berupa garis persegi dengan hiasan semacam kubah di bagian atas, tepi-luar, dan bawah. Adapun iluminasi tengah hanya berupa garis persegi dengan motif hiasan yang sama. Kondisi mushaf tidak lengkap. Lembaran bagian depan mushaf sudah terlepas dan digabungkan secara tidak rapi, adapun bagian akhir mushaf telah hilang, hanya sampai Surah al-Gāsyiyah. Tanda juz berupa garis setengah lingkaran di tepi-luar halaman sebelah kanan dan kiri. Setiap kepala surah disertai dengan kata āyātuhā, kalimātuhā, ḥurūfuhā, tanzīluhā yang diletakkan di baris kedua. (aa)

 

 

 

Mushaf 4

Ukuran mushaf 33 x 21 cm, kertas Eropa. Ayat ditulis dengan tinta hitam, sedangkan tinta merah digunakan untuk kepala surah, permulaan juz, tanda tajwid, catatan pias, dan lingkaran akhir ayat. Sampul kulit, ditambahkan belakangan. Dalam mushaf ini terdapat iluminasi awal mushaf, namun diduga kuat iluminasi tersebut merupakan bagian dari mushaf lain yang ditempelkan ke dalam mushaf ini, karena cirinya berbeda. Iluminasi-tengah mushaf ini bermotif floral cukup indah, dengan garis hingga ke tepi halaman. Warna yang digunakan adalah biru, hijau, kuning, merah, dan emas untuk mempertegas garis. Iluminasi-tengah mushaf terdapat di awal Surah al-Kahf. Surah an-Naṣr dan Surah ‘Tabbat’ di akhir naskah ini dihias motif floral dengan latar kuning. Tanda juz berupa lingkaran berhias di pias halaman dengan tulisan di sebelah kanan dan kiri. Kondisi mushaf tidak lengkap, sebagian lembar pada awalnya terlepas, dan penjilid tidak memperhatikan urutan halaman yang semestinya. Di bagian depan mushaf terdapat catatan dalam huruf Jawa, berbunyi, “Punika Qur’an kagunganipun Raden Ayu ...dirja tahun Welandi 1783. Kaparingake Rahaden Bagus Prawata. Nalika dipunparingake tahun Welandi [?].” (Qur’an ini milik Raden Ayu ... dirja tahun Belanda [Masehi] 1783. Diberikan oleh Rahaden Bagus Prawata. Ketika diberikan dalam tahun Belanda [Masehi]). Namun, kerana catatan ini berupa lembaran yang semula terpisah, perlu dikaji lebih teliti, apakah yang dimaksud catatan tersebut adalah mushaf ini atau sebenarnya mushaf lainnya. (aa)