Sidang Reguler Pentashihan VI

Sidang Reguler Pentashihan ke-6Bogor (12/8/2015)- “Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pelayanan pentashihan Al-Qur’an, Lajnah akan mentashih mushaf yang diajukan para penerbit, selama naskah yang diajukan sudah disesuaikan dengan Mushaf Standar Indonesia, tak terkecuali mushaf yang diajukan oleh Majlis Mujahidin Indonesia (MMI).” Demikian salah satu butir yang disampaikan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dalam acara Sidang Reguler Pentashihan VI yang bertempat di Grand Cempaka, Bogor. “Namun, karena terjemahan yang dicantumkan MMI dalam mushafnya sangat berbeda dengan terjemahan versi Kementerian Agama, maka perlu ada catatan dan pengantar khusus agar terjemahan yang dikeluarkan MMI tidak disalahpahami oleh masyarakat,” demikian Dr. Muchlis M. Hanafi, MA menambahkan. Hal senada juga disampaikan oleh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, terutama, karena menurut pakar qiraat ini, terjemahan MMI tidak mengacu pada kaidah-kaidah yang umum diterapkan pada terjemahan Indonesia. Selain membahas mushaf MMI, sidang reguler ini juga membahas persoalan lain, di antaranya tentang hasil temuan pada kegiatan pembinaan dan pengawasaan yang dilakukan Seksi Pembinaan dan Pengawasan Pentashihan.

Sidang reguler pentashihan ke-6 ini mentashih sejumlah mushaf, di antaranya dari CV Al-Fatih Berkah Cipta Depok, Mushaf Tajwid Per Kata dan Transliterasi; Yayasan Dakwah dan Pendidikan Ahlussuffah, Yogyakarta, Mushaf Terjemah Tafsiriah; Yayasan Dakwah dan Pendidikan Ahlussuffah, Yogyakarta, Mushaf Tajwid Warna dan Terjemah Tafsiriah; PT. Maha Daya Langit, Al-Qur'an dan Terjemahnya 30 Juz; CV Nun Wal Qolami, Mushaf Al-Qur'an 30 Juz; PT ACC Grafika Raya, Kaligrafi 7 Set; Darus Sholihin, Ponpes Tahfidz, Mushaf Al-Qur'an 30 Juz; Menara Kudus, Mushaf Al-Qur'an 30 Juz; TPQ An-Nahdliyyah & Madin Ponpes Langitan, Mushaf Al-Qur'an 30 Juz, Puslitbang Lektur Keagamaan, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Banyusmas); dan CV Doa Walisongo, Bandung, Mushaf 30 Juz; CV Sumber Citra Lestari.

Berita Terkait