Mataram (04/08/2016) - Tidak ada satu bahasa pun di dunia ini yang dapat mewakili bahasa Al-Qur’an.  Demikianlah pernyataan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an,  Dr. Muchlis M. Hanafi, MA,  dalam acara sosialisasi hasil kajian  Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) di sela-sela Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-26 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis 4 Agustus 2016. Oleh karena itu, menurut Muchlis, upaya-upaya pengembangan Al-Qur’an mesti terus dilakukan. Di antaranya dengan penerbitan beberapa tafsir, seperti Tafsir Ringkas dan Tafsir Tematik yang merupakan pengembangan dari terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat membawa masyarakat Indonesia menuju pemahaman Al-Qur’an yang benar.

Sementara itu, Dr. Fauzan Zakariyya, sebagai Ketua Badan Koordinasi Muballigh Indonesia, dalam sambutannya menyatakan bahwa upaya untuk memberikan pemahaman Al-Qur’an yang benar harus terus dilakukan, dan untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya kesungguhan dari segenap pihak yang terkait, baik para ulama maupun pemerintah. Fakta di lapangan, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang minim pemahaman Al-Qur’an. Menurutnya, pamahaman terhadap Al-Qur’an masih belum merata, hal ini tentu akan memicu berbagai perilaku masyarakat yang jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an itu sendiri.

Acara yang dihadiri oleh segenap tokoh masyarakat Lombok ini memperoleh apresiasi yang baik. Dalam acara ini beberapa hasil kajian LPMQ dibagikan kepada para peserta secara gratis. [iap]