Mushaf-mushaf di Maluku

Buku Mushaf Kuno Nusantara: Sulawesi dan Maluku (LPMQ 2018) memuat cukup banyak mushaf asal Maluku, yaitu 14 buah. Sebelum dimuat dalam buku, sejumlah mushaf dari Maluku juga pernah dimuat dalam buku Khazanah Mushaf Al-Qur’an Kuno Maluku yang merupakan katalog pameran dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXIV di Ambon, 9-25 Juni 2012. 

Mirip dengan beberapa mushaf asal Buton, mushaf-mushaf dari Maluku ini tampak berbeda dari tradisi mushaf Bugis yang lengkap. Mushaf-mushaf ini praktis hanya berisi teks Al-Qur’an saja dan tidak memuat kelengkapan teks lain seperti daftar imam qiraat, ulumul-Qur’an, dan lain-lain, bahkan dalam mushaf-mushaf ini - tidak seperti biasanya dalam mushaf Bugis - kita tidak menemukan catatan kolofon yang bisa memberi informasi tentang penyalin dan asal-usul mushaf. Iluminasi mushaf juga pada umumnya sederhana, bahkan sebagian menyisakan halaman kosong pada halaman yang biasanya dihias. Kondisi mushaf hampir semuanya lapuk dan rapuh, karena lembap dan perawatan yang kurang memadai. 

Satu mushaf asal Maluku ini ada­lah cetakan Singapura yang merupakan mushaf wakaf di Masjid Tua Wapauwe, Maluku Tengah. Mushaf ini tidak lengkap, halaman lepas-lepas, dan lapuk. Mushaf ini tidak berkolofon, namun berdasarkan perbandingan dengan mushaf-mushaf cetakan Singapura lainnya, dapat dipastikan bahwa mushaf ini dicetak pada awal dasawarsa 1870-an. Mushaf cetakan Singapura ditemukan di ba­nyak wilayah Nusantara, karena Singapura se­jak lama merupakan persinggahan penting keberangkatan dan kepulangan jemaah haji Nu­san­tara.

Berita Terkait