Mushaf Ibnu Jazari (w. 833 H)

Dalam diskursus rasm usmani ada wacana bahwa sebaiknya penulisan rasm di dunia Islam mengacu pada mushaf yang disusun oleh ulama rasm dengan kaidah rasm usmani. pertanyataannya apakah para ulama itu memiliki karya mushaf Al-Qur’an? Ada nama Imam Abu ‘Amr ad-Dāni dan Abu Dawud Sulaiman bin Najāḥ, sayang keduanya tidak tidak mewariskan mushaf. Boleh jadi keduanya memiliki mushaf, hanya tidak sampai kepada kita.  

Perpustakaan Munich, pada katalognya tercantum mushaf yang disebutkan disalin oleh Abu Amr Usmān bin Sa’īd bin Usmān (w. 444) dengan khat Magrib dan Kufi. Namun kolofon naskahnya menerangkan bahwa mushaf tersebut ditulis tahun 533 H atau 1138-1139 M dan penulisnya adalah Muhammad bin Zakariya al-Qursyī. Padahal, jika ditemukan mushaf ad-Dāni maka akan menjawab banyak persoalan besar dalam bidang kajian mushaf. Seperti diketahui ad-Dani sendiri menulis buku tentang rasm (al-Muqni’), tanda baca (naqṭ), ‘addul ay (bilangan ayat) dan al-waqfu wa al-Ibtida’.

Kalau bukan keduanya, lantas mushaf siapakah? Pertama, ada mushaf salinan Ali bin Sultan Muhammad al-Qari al-Makki dikenal dengan Syaikh Ali Qari (w. 1014 H). Disalin tahun 999 H tersimpan di perpustakaan Sulaimaniyyan di Istambul, berasm usmani, khat naskhi, tanda baca riwayat Hafṣ ‘an ‘Āṣim. Kedua, mushaf Ibnu Jazari (w.833 H). Mushaf kedua keberadaannya tidak terlacak sampai ia muncul dalam kitab Natsrul-Marjan anggitan al-Arkāti al-Hindi (w. 1238 H).

Sudah maklum bahwa Ibnu Jazari memiliki mushaf. Hal yang baru adalah bahwa mushafnya ditashih dan dibubuhi tanda baca berdasar apa yang ada di kitab rasm, dan berdasarkan apa yang ia kaji dari mushaf lama. Ia meminta bantuan muridnya, Ṭāhir bin Arab bin Ibrahim sebagai ketua penulisan mushafnya tersebut. Ia juga memiliki mushaf khusus untuk dirinya yang berasm usmani. Mushaf yang diduga kuat milik Ibnu Jazari dan dikutip dalam Natsrul-Marjan ini tersimpan di sebuah Perpustakaan di India. Pengarang Natsrul-Marjan-lah yang menunjukkan keberadaan mushaf ini dan tidak pernah disebutkan dalam sumber lain baik buku cetakan milik al-Jazari maupun daftar karya-karyanya.

Hal tersebut terjadi sebelum muncul kitab Ajwibatu al-Imām Ibnu al-Jazari ‘ala al-Masa’il at-Tabriziyyah fi al-Qirā’at. Dalam kita itu disebutkan bahwa ia mentashih rasm-nya dengan mengikuti naskah-naskah para ulama sebelumnya ada berdasar mushaf Al-Qur’an lama. Kutipan tersebut menguatkan bahwa al-Jazari berusaha keras agar rasm mushaf sesuai dengan rasm mushaf Usmani.

Sekarang, tidak diketahui lagi nasib mushaf Ibnu al-Jazari yang ditulis muridnya atas permintaan anak Ibnu jazari tersebut. Tapi ada bukti bahwa mushaf tersebut terkenal pada zamannya dan dijadikan rujukan bagi para khatat dalam penyalinan mushaf. Ada info mushaf tersebut kini tersimpan di suku Syaraf Malik di Madaras, kota tempat ditulisnya kitab Natsrul-Marjan.

Melihat kapasitas ‘penggagas’nya, maka mushaf Ibnu al-Jazari layak dijadikan sebagai mushaf master/rujukan bagi penyalinan mushaf masa kini. Setidaknya ada tiga sumber dari Ibnu Jazari yaitu 1] seperti yang tertuang dalam kitabnya an-Nasyr bab al-waqf ‘ala marsūm al-khaṭ; 2] kajian rasmnya yang ada pada kitabnya al-Bayān fī Khat Muṣḥafi Usmān; 3] mushaf Ibnu al-Jazari. Selain itu perlu juga melihat kitab Natsrul-Marjan merujuk ke mushaf Ibnu al-Jazari. Tidak menutup kemungkinan mushaf Ibnu Jazari bisa direkontruksi melalui apa yang tertuang dalam Natsrul Marjān.[] AHS

 

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id
© 2023 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved