Kunjungan Mahasiswa IAT UIN Banten ke LPMQ


Jakarta, 12/9/19. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) melakukan penyempurnaan terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama karena beberapa alasan, di antaranya adalah karena demi merespons persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dan dalam rangka menyesuaikan perkembangan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika tidak disesuaikan dengan kedua hal ini, maka terjemahan Kemenag bisa jadi akan ditinggalkan masyarakat. Di antara penyempurnaan bahasa yang dilakukan adalah penggunaan “barang siapa” yang tercantum pada terjemahan lama diubah menjadi “siapa”. Demikian di antara point-point pembahasan yang disampaikan kepala Bidang Pengkajian Al-Qur'an, H. Abdul Aziz Shidqi, MA pada sesi diskusi dengan mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuludin UIN Maulana Hasanudin Banten. Acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut kunjungan mahasiswa Prodi IAT Fakultas Ushuldin UIN Maulana Hasanudin. Acara ini bertempat di aula lt. 4 LPMQ dan diikuti oleh 50 mahasiswa IAT.
Pada kesempatan ini Kepala Bidang Pengkajian Al-Qur'an juga menyampaikan sejumlah produk-produk yang sudah diterbitkan oleh LPMQ selain terjemahan edisi penyempurnaan, seperti Tafsir Tematik, Tafsir Ilmi, Tafsir Wajiz, dan sejumlah buku yang terkait dengan ulumul-Qur’an seperti Asbabun-Nuzul, Makki dan Madani. Hadir pula pada acara ini, Mustofa, M.Si yang menyampaikan tentang sejarah mushaf Al-Qur’an dari waktu ke waktu hingga lahirnya Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia. Pada sesi lanjutan ini disampaikan juga tentang latar belakang mengapa para ulama pada forum Mukernas Ulama lebih memilih mushaf model Bombay, India, sebagai rujukan dalam menetapkan Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia ketimbang mushaf yang lain.
Di sesi akhir, pembicara juga menyampaikan dan memperkenalkan produk terbaru yang dikeluarkan Lajnah yaitu Al-Qur’an in Word. Al-Qur’an ini Word adalah aplikasi yang ditanamkan pada program MS. Word yang memudahkan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, dosen, peneliti, penulis dan lainnya dalam melakukan pengutipan ayat al-Qur’an dan terjemahannya. Di antara kelebihan dari aplikasi ini bisa dijalankan dengan offline dan teks Al-Qur’an yang tercantum sudah sesuai dengan Mushaf Standar Indonesia. Aplikasi ini diberikan kepada mahasisawa sekaligus sebagai ‘buah tangan’ kujungan ke LPMQ. (must)

LPMQ Selenggarakan Pembinaan Pentashihan di UIN Jakarta

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9-16 September 2019 bertempat di Ruang Teater Lantai 4 Fakultas Ushuluddin.

“Tujuan kegiatan ini, pertama, kami ingin mengenalkan profil lembaga LPMQ sebagai satu-satunya lembaga pemerintah yang memiliki otoritas di dalam melakukan pentashihan mushaf Al-Qur’an. Kedua, melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia yang selama ini belum banyak dikenal atau baru mengenal namanya, lalu bagaimana perbandingannya dengan mushaf-mushaf lainya. Ketiga, ingin memperkenalkan ilmu-ilmu Al-Qur’an yang terkait dengan kegiatan pentashihan mushaf Al-Qur’an, seperti rasm, ḍabt, dan ilmu-ilmu yang lainnya.” Demikian disampaikan Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pentashihan Mushaf Al-Qur’an LPMQ, H. Deni Hudaeny Ahmad Arifin Lc., MA.

Kegiatan pembinaan yang diikuti oleh 165 mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini diisi oleh 12 narasumber yang ahli di bidangnya. Di antara materi yang disampaikan adalah Kebijakan Pentashihan Mushaf Al-Qur'an di Indonesia, Perkembangan Penerbitan Mushaf Al-Qur’an, Pentashihan Mushaf Al-Qur'an di Dunia Islam, Rasm dalam Mushaf Standar Indonesia (MSI), Tanda-Tanda Baca (Ḍabt) dan Syakl dalam MSI, Waqaf dan Ibtida' dalam MSI , Nama Surah, Makki-Madani, dan Jumlah Ayat dalam MSI, Perbandingan MSI dengan Mushaf lain di Dunia Islam, Sistem Penulisan Mushaf Al-Qur'an Braille Indonesia, Metode pengajaran Al-Qur'an Braille, Pedoman dan Teknik Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, dan diakhiri dengan Praktik Pentashihan.

Dalam sambutannya, Kepala LPMQ Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA menyampaikan, "Para pentashih yang ada di LPMQ pada umumnya berlatar belakang prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin. Ilmu dan modalnya sama. Karenanya, apa yang kami lakukan di LPMQ itu beririsan kuat dengan apa yang dilakukan teman-teman di Fakultas Ushuluddin,” demikian ungkapnya.

Pembinaan ini dilakukan, menurut Kepala LPMQ, “karena banyak kalangan menduga mushaf Al-Qur’an itu sudah selesai. Tetapi bagi insan akademik, ini belum (tidak boleh) selesai. Kalau dikatakan selesai, maka ilmu tidak akan berkembang. Ini tantangan yang kita hadapi. Tiga tahun lalu, 2016, kita pertama kali menggelar konferensi internasional tentang mushaf Al-Qur’an. Saya laporkan kepada Bapak Menteri, bahwa ini akan menjadi titik awal mengkaji mushaf Al-Qur’an dari segi rasm, ḍabt, waqaf ibtida’, dan lain-lain.” Tegasnya.

Muchlis mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan kabar gembira bahwa pada saat ini pentashih mushaf Al-Qur’an menjadi Jabatan Fungsional Tertentu (JFT). (Zulfi)

Fak Ushuluddin UIN Jakarta Harapkan Kerja Sama Diperluas

 

“Ketika kami baru dilantik, saya bersama Dr. Hj. Lilik Ummi Kaltsum, MA (Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebelumnya Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) datang ke kantor Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) memohon kepada Kepala LPMQ Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA dan jajarannya untuk memperpanjang kerjasama dan memperluas dengan menambahkan kegiatan-kegiatan lain.” Demikian sambutan Dr. H. Yusuf Rahman, MA selaku Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pembukaan Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 9 September 2019. Acara ini merupakan kerjasama antara Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dengan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain dihadiri Dekan, pembukaan juga dihadiri oleh Dr. Eva Nugraha, MA selaku Kepala Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Wakil Dekan II, dan pejabat lain di Fakultas Ushuluddin. Tampak hadir pula para pejabat dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, di antaranya, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA, Kepala Bidang Pentashihan Mushaf Al-Qur’an H. Deni Hudaeny Ahmad Arifin, Lc., MA, dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha LPMQ Hj. Liza Mahzumah, S.Ag.

Selain kerjasama kegiatan Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga mengharapkan adanya pelatihan Al-Qur’an Braille bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, khususnya yang hafal Al-Qur’an.

“Kita berharap bahwa Fakultas Ushuluddin diajak serta dalam kegiatan Al-Qur’an Braille, atau ada beberapa mahasiswa yang akan dilatih untuk bisa membaca dan menulis Al-Qur’an Braille dan selanjutnya mengajarkan kepada masyarakat tentang Al-Qur’an Braille. Selain pelatihan Al-Qur’an Braille, mungkin nanti akan direkrut beberapa mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk latihan mentashih Al-Qur’an, yang utama adalah yang hafal Al-Qur’an.” Ungkap Yusuf mengakhiri sambutannya. Acara pembinaan ini diselenggarakan pada 9-16 September 2019, bertempat di Ruang Teater Lantai 4 Fakultas Ushuluddin. (Zulfi)

Tadarus Al-Qur’an, Pembinaan Pentashihan IAIT Kediri

(Kediri/27/8/2019) Dalam rangka memperkenalkan Mushaf Al-Quran Standar Indonesia, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an melakukan kerjasama dengan Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo, Kediri. "Kita ingin lebih mengenalkan lembaga Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dan Mushaf Al-Quran Standar Indonesia. Lajnah merupakan lembaga warisan dari para ulama yang memiliki perhatian khusus pada mushaf Al-Quran. Berbagai mushaf dari luar negeri yang  beredar di Indonesia pada masa lalu tidak ada yang menjamin kesahihannya. Lembaga ini, karena itu, diberi kewenangan penuh oleh pemerintah untuk mengawal kesahihan Al-Quran. Dalam perkembangannya, yang dijaga bukan hanya kesahihan teksnya, tapi juga pemahamannya." Demikian disampaikan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Dr. Muchlis M. Hanafi, MA dalam pembukaan dan sambutan pada acara Pembinaan Pentashihan di IAIT Tribakti.

Selengkapnya...

Kerjasama dengan IAIT Kediri, LPMQ Perkenalkan Mushaf Al-Quran Standar Indonesia

(Kediri/27/8/2019) “Setiap perkara bid’ah yang tidak menyimpang dari Al-Qur’an, hadis, ijmak dan qiyas, maka itu merupakan bid’ah yang terpuji, dan setiap bidah yang menyimpang dari Al-Qur’an, hadis, ijmak dan qiyas, itu adalah bidah yang sesat. Mengumpulkan Al-Qur’an, mengharokati Al-Qur’an, memberi titik itu merupakan bid’ah hasanah.” Demikian disampaikan oleh KH. Abdullah Kafabih Mahrus Ali, selaku Rektor Institut Agama Islam Tribakti, dan Pegasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dalam acara Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an kerjasama antara Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dengan Institut Agama Islam Tribakti, Lirboyo, Kediri.

Selengkapnya...

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4