Koleksi baru, dua Qur’an kecil

Jakarta (09/12/2013) - Dua Qur’an kecil koleksi baru Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal ini merupakan sumbangan Ibu Siti Rofiqoh, Bogor, dan Ibu Yusi Herawati, Depok. Qur’an yang sering disebut “Qur’an Istanbul” atau “Stambul” ini, yang pertama berukuran 1,8 x 2,7 cm, setiap halaman terdiri atas 12 baris. Mushaf ini disalin oleh kaligrafer kenamaan Turki Usmani abad ke-17, Hafiz Usman (1642-1698), selesai pada pertengahan Rabiul Awal 1094 H (Maret 1683). Tidak ada keterangan kapan mushaf ini dicetak, karena bagian akhir mushaf mini ini sudah rusak.

Mushaf kecil yang kedua berukuran 2 x 3,4 cm. Mushaf yang setiap halaman terdiri atas 11 baris itu ditempatkan di dalam kotak logam dengan ‘jendela’ kaca pembesar di bagian depan. Naskah asli mushaf ini disalin oleh penyalin yang sama, Hafiz Usman. Sebagai seorang kaligrafer profesional ia menghasilkan beberapa mushaf. Mushaf ini selesai disalin pada awal Sya’ban 1097 (Juni 1686), tiga tahun setelah mushaf yang pertama di atas. Dicetak di Percetakan Usmaniyah (al-Matba’ah al-Usmaniyah) pada Ramadan 1304 H (Juni 1887). Kaligrafi mushaf ini, rupanya, hampir sama dengan mushaf karya Hafiz Usman lainnya yang dicetak di Matba'ah Usmaniyah, Sya'ban 1298 H (Juni/Juli 1881). Meskipun demikian, bila diamati lebih teliti, tidak sama persis, dan telah mengalami sejumlah modifikasi pada huruf-huruf tertentu karena adanya perbedaan tanda ayat. Penulis menduga bahwa modifikasi itu bukan dilakukan oleh Hafiz Usman sendiri, tetapi oleh kaligrafer lain dalam proses percetakan di Percetakan Usmaniyah pada akhir abad ke-19. Mushaf yang juga dicetak kecil ini setiap halaman terdiri atas 17 baris.

Terkait mushaf kecil, sebenarnya masih menimbulkan pertanyaan, apakah mushaf kecil ini benar dicetak pada akhir abad ke-19, ataukah dicetak pada abad ke-20? Meskipun pada mushaf kecil itu tertulis dicetak tahun 1887, namun kebenarannya masih bisa dipertanyakan karena dua hal. Pertama, apakah teknologi cetak pada akhir abad ke-19 itu memang sudah bisa mendukung produksi mushaf sekecil itu. Kedua, mungkin saja percetakan tidak mengubah teks naskah ketika mengubah produksi dari mushaf cetakan ukuran biasa ke ukuran kecil. Dalam dunia percetakan hal itu sangat mungkin terjadi. Ini memerlukan kajian lebih lanjut.

Berita Terkait