Guru MA Harus Mampu Memberikan Pemahaman Keagamaan yang Benar

Jakarta (26/08/2014) – Para peserta Diklat Teknis Fungsional Peningkatan Kompetensi Guru Pertama Mata Pelajaran Qur’an Hadits Madrasah Aliyah di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Bandung, mengadakan kunjungan ke Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an pada hari Selasa, 26 Agustus 2014.

Kunjungan terdiri atas 26 peserta diklat dari Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota di wilayah Jawa Barat ditambah 6 pembimbing dari Balai Diklat Keagamaan Bandung. Pimpinan rombongan, H. Ade Suryaman, dalam pengantarnya menyatakan bahwa tujuan kunjungan yang merupakan studi lapangan ke Lajnah sesuai dengan kompetensi peserta diklat sebagai guru mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadits.

Rombongan disambut oleh Kepala Bidang Bayt Al-Qur’an dan Dokumentasi, Wawan Ridwan, M.Pd. Pada kesempatan tersebut dipaparkan profil Lajnah, visi dan misi, struktur organisasi, serta produk-produk yang dihasilkan oleh Lajnah.

Kepala Seksi Sosialisasi dan Penerbitan, Deni Hudaeni MA dalam sesi tanya jawab menyampaikan harapan kepada para guru peserta diklat agar dapat lebih memberi pemahaman keagamaan yang benar, termasuk masalah jihad. Hal ini terkait dengan maraknya isu tentang ISIS (Islamic State for Iraq and Suriah).

Berita Terkait