Sabuk Peradaban Nusantara Jejak 1,5 Juta Tahun

Pameran Sabuk Peradaban NusantaraJakarta (25/11/2014) - Gedung Cendrawasih Jakarta Convention Centre (JCC) menjadi saksi kemeriahan Pameran Gelar Museum Nusantara 2014 dengan tajuk “Sabuk Peradaban Nusantara Jejak 1,5 Juta Tahun”. Pameran yang digelar pada tanggal 22-24 November 2014 ini terselenggara atas kerja sama Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pameran resmi dibuka pada Sabtu, 22 November pukul 10.00 oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anis Baswedan.

Tema besar yang diangkat dalam pameran ini dikelompokkan ke dalam 6 sekuen sub-sub tema yang sangat menarik, yaitu: Peradaban Awal; Peradaban Nusantara; Peradaban Agama dan Kepercayaan; Peradaban Kesenian; Peradaban Ilmu Pengetahuan dan Menjadi Indonesia. Dengan alur story line ini, pengunjung diharapkan bisa menikmati dan memahami peradaban nenek moyang kita sejak 1,5 juta tahun lalu hingga terbetuknya NKRI. Dari pameran ini, masyarakat diajak untuk memasuki tahapan dan perkembangan peradaban Bangsa yang ditunjukkan dengan bukti-bukti artefak hasil penelitian para ilmuwan berkompeten. Tidak tanggung-tanggung, perwakilan koleksi dari 56 museum di Indonesia ikut serta memamerkan koleksi mereka.

BQMI sebagai museum yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Agama ikut andil dalam kesempatan ini, dengan mengirimkan beberapa koleksi yang berhubungan dengan tema yang diusung. Koleksi yang berhasil didisplay adalah Al-Qur’an Standar Braille beserta plat papannya masuk dalam kategori Peradaban dan Ilmu Pengetahuan; Manuskrip Al-Qur’an Madura masuk dalam Peradaban dan Aksara; Papan kaligrafi keterangan Masjid Palembang dan beberapa koleksi foto bagian-bagian masjid Mantingan Jawa Tengah masuk dalam kategori Peradaban Agama dan Kepercayaan.

Pameran yang digelar pada area 1500 meter persegi dengan sekitar 217 koleksi ini terhitung cukup ramai dikunjungi karena juga disemarakkan dengan kegiatan-kegiatan pendukung seperti workshop, seminar, pentas atraksi seni, lomba menggambar dan mengarang untuk anak sekolah, serta pemutaran film dengan tema sejarah dan budaya. Pada hari terakhir acara, tepatnya Senin, 24 November pukul 16.00 wib acara penutupan digelar sekaligus diumumkan nama-nama pemenang lomba-lomba.

Berita Terkait