Menteri Agama: Jaga Kesucian Al-Qur’an!

Menag Meninjau Lajnah CornerJakarta (13/05/2015) - Bagi umat Islam, Al-Qur’an tidak hanya sebatas kitab yang di dalamnya memuat banyak informasi dan pengetahuan, namun lebih dari itu, wahyu Ilahi ini merupakan identitas dan menjadi butir keimanan yang wajib diyakin oleh seluruh umat Islam. Posisinya yang penting dan sakral ini menuntut perlakukan yang beda dan istimewa, terutama menyangkut sakralitas dan religuisitas yang termuat di dalamnya. Tidak berlebihan jika Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin memberikan himbauan khusus kepada para penerbit Al-Qur’an atau siapa saja yang berkaitan dengan kitab suci ini.

“Kepada para penerbit dan percetakan saya menghimbau, jangan sampai keinginan untuk meraih keuntungan melalui penerbitan Al-Qur`an dilakukan dengan cara-cara yang mencederai dan menodai kesucian Al-Qur`an. Perlu adanya proses penetapan dan pemenuhan standar mutu yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, sangat berkepentingan dengan kesahihan mushaf Al-Qur`an yang beredar sebagai bentuk perlindungan terhadap kitab suci umat beragama.” Demikian dikatakan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dalam acara Milad Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal ke-18, di TMII Jakarta.

Dari beberapa laporan yang dihimpun Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMA) sendiri, ada saja penerbit ataupun percetakan yang memperlakukan cetakan mushaf Al-Qur’an secara sembarangan atau diperlakukan sebagaimana kertas cetakan lainnya, sehingga nilai sakralitas kitab ini tidak dijaga dengan baik. Mengeruk keuntungan dari kitab suci Al-Qur’an tentu saja diperbolehkan, namun jangan sampai keinginan-keinginan itu menafikan nilai-nilai sakral yang melekat dalam kitab suci Al-Qur’an. [Must].

Berita Terkait