Sidang Pleno Pentashihan

Sambutan Kepala LPMABogor (26/10/2015). Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMA) kembali menyelenggarakan acara Sidang Pleno Pentashihan dengan mengusung tema “Tanda Waqaf dalam Mushaf Standar Indonesia”. Acara ini dilaksanakan selama tiga hari, 26 – 28 Oktober 2015, bertempat di Hotel Gino Feruci, Bogor, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Lajnah Pentashian Mushaf Al-Qur’an, Dr. H. Muchlis M. Hanafi MA. Dalam sambutannya Kepala LPMA menjelaskan bahwa sidang pleno itu dilakukan untuk membahas persoalan yang krusial dalam Al-Qur’an, dan tahun ini yang dibahas adalah tentang waqaf dalam Mushaf Standar Indonesia.”

Dasar penyelenggaraan ini adalah karena banyak pihak yang mempertanyakan status tanda waqaf dalam Mushaf Standar Indonesia, terutama dari sisi referensi dan dasar ilmiah penetapannya. Di lain pihak, tidak sedikit juga kalangan yang membandingkan Mushaf Standar Indonesia dengan mushaf negara lain, seperti Mushaf Saudi, dan menganggap bahwa yang disebut belakangan adalah yang lebih utama, karena ada sementara anggapan bahwa “apa yang datang dari Saudi adalah segalanya”.

Karena itulah LPMA merasa perlu menyelenggarakan acara ini. Untuk membahas tema diusung, hadir sebagai narasumber, selain kepala LPMA, yaitu Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Drs. H.E. Badri Yunardi, M.Pd, Dr. H. Husnul Hakim, MA, Dr. Hj. Umi Husnul Khotimah, MA, dan Dr. Hj. Romlah Widayati, MA. Peserta yang diundang dalam acara ini mewakili sejumlah lembaga seperti perguruan tinggi, penerbit, pesantren, dan tokoh-tokoh yang mempunyai perhatian terhadap persoalan yang dibahas. Acara ini diharapkan bisa menguatkan status Mushaf Standar Indonesia, terutama menyangkut tanda waqafnya. [Must]

Berita Terkait