Lajnah Harus Membuat Regulasi Terkait Kreasi Jenis Mushaf yang Terbit

Arahan Kepala LPMA pada Sidang Reguler PentashihanPandeglang (13/11/2015). Di penghujung tahun anggaran 2015, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMA) melaksanakan acara Sidang Reguler Pentashihan. Sidang ini merupakan sidang reguler kesepuluh. Acara berlangsung selama tiga hari, 11 – 13 November, bertempat di Hotel Inn, Pandeglang, dan dibuka secara resmi oleh Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA, selaku Kepala LPMA. Banyak persoalan yang dikemukakan Kepala LPMA dalam sidang ini, di antaranya adalah tentang fenomena sejumlah penerbit yang berlomba-lomba mencatatkan jenis-jenis kreasi mushaf tertentu pada lembaga Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang pada gilirannya menciptakan persaingan yang tidak sehat di antara penerbit mushaf Al-Qur’an. Oleh karena itu, menurut Kepala LPMA, Lajnah harus membuat regulasi yang membatasi persoalan tersebut. Hadir sebagai narasumber pada acara ini Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Dr. H. Ahmad Fatoni, Dr. H. Ahmad Husnul Hakim, Dr. Hj. Romlah Widayati, Drs. H. E. Badri Yunardi, M.Pd., Drs. H. Syatibi Alhaqiri, MA, dan Dr. KH. Muhaimin Zen.

Pada kesempatan sidang reguler kali ini, naskah yang ditashih dari beberapa penerbit, yaitu 1) Pustaka Al-Mubin Semesta, Jakarta, Al-Qur’an Tajwid warna dan Terjemahnya; 2) Darul Hijrah, Surabaya, Mushaf Al-Qur’an dan Terjemahnya; 3) Duta Ilmu, Surabaya, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; 4) Putra Utama, Semarang, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; 5) UD Hikmah, Surabaya, Mushaf Al-Qur’an dan Terjemahnya; 6) Ponpes Sidogiri, Pasuruan, Mushaf Al-Qur’an dan Terjemahnya; 7) Bintang Indonesia, Jakarta, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; dan 8) PERUM Percetakan Negara RI.

Selain melakukan pentashihan, peserta sidang reguler juga menyempatkan silaturahim ke Pesantren Al-Ihsan yang diasuh oleh KH. Asmuni, Pandeglang. Silaturahim ini, selain merupakan sosialiasi, juga untuk meminta saran dan masukan atas program dan kegiatan LPMA agar bisa menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. [Must]