Al-Qur’an Masih Sebatas Dibunyikan

Kepala LPMA Beserta Pimpinan STIM SurakartaSurakarta (18/11/2015) – “Al-Qur’an masih sebatas dibunyikan”, demikian pernyataan KH.Wahyudin, pimpinan Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta dalam acara sosialisasi hasil kajian Al-Qur’an. Acara yang dilaksanakan atas kerjasama Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dengan STIM berlangsung di kampus Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin.

Pernyataan tersebut diamini oleh Kepala LPMA, Dr. Muchlis M. Hanafi,MA. Menurutnya, interaksi kaum muslimin Indonesia dengan Al-Qu’an masih pada sebatas bacaan-bacaan yang diseremonialkan dalam bentuk perlombaan dan yang sejenisnya. Padahal seyogyanya kaum muslimin tidak berhenti sampai pada bacaan saja, namun untuk mengambil hidayah AlQur’an, kaum muslim perlu menggali dan mempelajari Al-Qur’an lebih intensif. Karenanya, menurut Dr. Muchlis M. Hanafi, MA, hasil kajian LPMA yang tertuang dalam bentuk karya-karya tafsir baik tafsir ilmi maupun tafsir tematik diharapkan dapat menjadi solusi bagi setiap problematika yang melanda rakyat Indonesia.

Dalam acara yang dihadiri segenap tokoh masyarakat,kalangan dosen dan mahasiswa kota Solo ini, KH. Wayudin mengharapkan agar dalam penyusunan bahan bacaan tafsir, LPMA mengedepankan sikap objektif dan ilmiah sehingga hasil kajian ini dapat memperkaya khazanah tafsir di Indonesia.

Berita Terkait