Seminar Hasil Penelitian Pembelajaran Al-Qur'an Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

Seminar Untuk Peserta Didik Berkebutuhan KhususBogor (28/11/2015) - Kementerian Agama Republik Indonesia dalam hal ini Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an memberikan perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas netra. Perhatian tersebut diwujudkan dengan adanya salah satu kegiatan yang mendukung para penyandang disabilitas netra untuk dapat membaca Al-Qur’an. Pada tahun 2015 Lajnah Pentashihan Mushaf dalam salah satu kegiatannya mengadakan penelitian pembelajaran Al-Qur’an bagi peserta didik berkebutuhan khusu (dalam hal ini penyandang disabilitas netra). Dipenghujung bulan Nopember di Arch Hotel Bogor, tepatnya pada tanggal 27-28 Nopember 2015 diselenggarakan Seminar Hasil Penelitian dari kegiatan tersebut. Dalam sambutannya Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA. memberikan apresiasi dan dukungannnya dengan kegiatan-kegiatan yang memiliki tema semacam ini, yakni kegiatan yang memiliki keberpihakan terhadap penyandang disabilitas. Hasil dari penelitian ini diharapkan dikembangkan hingga menghasilkan suatu model atau semacam panduan yang bisa dipergunakan oleh penyandang disabilitas netra guna mempermudah mereka dalam membaca Al-Qur’an.

Seminar hasil penelitian ini memaparkan hasil temuan pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas netra pada 6 lokasi yiatu, di YPAB Surabaya dengan Buku Panduan Belajar membaca Al-Qur’an Braille berbasis kesamaan dan persamaan simbol, di Sahabat Mata Semarang dengan metode 10 jam, di Yaketunis Yogyakarta dengan Qawaidul imla, di Bandung (dua lokasi) dengan Metode Sam’an, dan Raudhotul Makfufin Tangerang Selatan dengan Iqra’ Braille. Hadir selaku narasumber pada seminar ini adalah, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, Ma, Dr. Nurudin, M.Si, Yayat Ruhiyat, S.Pd, Ahmad Nawawi, M. Pd, Ridwan Efendi, M.Ag, dan Wawan Ridwan, M.Pd. Peserta seminar berasal dari instansi dan lembaga terkait diantaranya dari SLB Lebak Bulus, Wiyataguna Bandung, Raudhotul Makfufin Tangerang Selatan, dan juga dari Kemendiknas yang dihadiri oleh Ibu Tita Srihayati, M.Fil selaku Kepala Seksi Kurikulum Pendidkan Khusus dan Layanan Dikdasmen yang memberikan respon positif dengan mengajukan tawaran kerjasama untuk pengadakaan Al-Qur’an Braille pada SLB.(SAS)

Berita Terkait