Silaturahim Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dengan 50 Ulama dan Umara di Serang

Banten (30/11/2015) - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMA) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Hasil Kajian Al-Qur’an di Hotel Ratu, Serang, Banten. Kegiatan dengan tema “Penguatan Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” itu diikuti kurang lebih 50 peserta dari berbagai kalangan, di antaranya IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Forum Silaturrahim Pondok Pesantren Provinsi Banten, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, MUI, dan para penyuluh agama.

Dr. Muchlis M. Hanafi, M.A. selaku Kepala LPMA dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peranan LPMA dalam mengawal pembinaan penerbit dan percetakan Al-Qur’an agar tidak hanya mementingkan bisnis. Hal ini mengingat percetakan Al-Qur’an kini telah menjadi industri yang luar biasa besar sehingga pengawasan mutlak dilakukan.

Pentashihan Al-Qur’an dilakukan oleh 25 hafiz untuk “memastikan” mushaf Al-Qur’an yang beredar tidak ada kesalahan. Satu hari masing-masing hafiz melakukan koreksi Al-Qur’an minimal 3 juz. Dalam setahun LPMA melayani sekitar 65 penerbit mushaf Al-Qur’an, dengan jumlah naskah sekitar 220, dan oplah 3,5 hingga 4 juta eksemplar. Pemerintah hanya mampu mencetak 500 ribu, sehingga diperlukan kerja sama dengan beberapa penerbit untuk mencetak Al-Qur’an.

Apresiasi langkah-langkah LPMA dalam mensosialisasikan hasil kajian Al-QurandilakukanWakil RektorI IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Ilzamuddin, M.A. Ia mengharapkan agar karya-karya LPMA juga bisa diterbitkan oleh swasta, agar jangkauannya lebih luas. Hal ini mengingat Indonesia telah menjadi daya tarik para peneliti asing, terutama tentang kajian Al-Qur’an, misalnya Howard M. Federspiel, Anthony Johns, pakar sejarah tafsir di Asia Tenggara, dan Abdullah Saeed tentang pendekatan Al-Qur’an di Indonesia. Menurutnya, sosialisasi LPMA juga bisa diperluas dengan menerjemahkan karya-karya LPMA ke dalam bahasa daerah, dan tentu bahasa Arab dan Inggris, karena banyak peneliti asing yang tertarik mempelajari buku-buku kajian Al-Qur’an di Indonesia. Harapannya, Islam rahmatan lil alamin dapat tergambarkan melalui karya-karya tersebut.

Senada dengan Wakil Rektor I IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Kanwil Provinsi Banten, Drs. H. Badri Nasun, M.M. juga menilai sosialisasi hasil kajian Al-Qur’an di Banten merupakan langkah penting dalam mempertahankan keislaman masyarakat Banten. Banten adalah penyangga ibukota. Banyak persoalan keagamaan di Banten, mulai dari narkoba hingga orang-orang asing dari Korea dan Jepang yang membawa dampak positif dan negatif. Kebersamaan ulama dan umara di Banten diharapkan mampu mempertahankan Banten sebagai daerah yang agamis.

Hasil kajian Al-Qur’an yang disosialisasikan dalam acara tersebut di antaranya: Keutamaan Al-Qur’an dalam Kesaksian Hadits, Jurnal Suhuf 2008 - 2013, 13 buku Tafsir Ilmi, dan 24 Tafsir Tematik dengan berbagai judul. Semua hasil kajian tersebut termuat dalam 6 keping DVD yang dibagikan kepada seluruh peserta. (Dwi)

Berita Terkait