Peran LPMQ Dalam Gerakan Konter Terorisme

Bogor (22/04/2016)  - Hingga saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan akan tindak terorisme. Terorisme merupakan tindak kekerasan atau ancaman yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab dengan sengaja untuk menciptakan teror atau rasa takut yang bersifat massal, bahkan menimbulkan jatuhnya korban dan rusaknya objek vital ataupun fasilitas umum yang strategis. Seringkali tindak teror tersebut dilandasi dengan argumen-argumen keagamaan. Padahal terorisme itu sendiri bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama dan kemanusiaan. Terorisme juga menjadi ancaman serius terhadap perdamaian dan kemaanan nasional. Hingga negara mengkategorikan terorisme sebagai tindak kejahatan luar biasa. Sebab itu, itu Menteri Agama menginstruksikan agar setiap instansi di bawah Kementerian Agama turut berperan serta aktif mencegah gerakan terorisme.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Lajnah Pentashihan Mushaf AL-Qur’an menyelenggarakan sebuah kegiatan dengan tema “Kajian Tafsir Argumentasi Teologis Aliran dan Kelompok Keagamaan”. Output dari kegiatan ini adalah sebuah buku yang akan disusun oleh sebuah tim penulis yang terdiri dari para akademisi di bidang kajian tafsir Al-Qur’an.

Pada pertemuan yang kedua tim penulis telah berhasil merumuskan sistematika dan metodologi penulisan, tema-tema pembahasan beserta out line dan penentuan literatur primer yang otoritatif. Dalam sambutannya, kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran, Dr. Muchlis M Hanafi, MA, menjelaskan bahwa kajian yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini adalah kajian akademis. Kajian yang membahas secara fokus terkait konsep-konsep berbagai kelompok radikal yang selama ini menyandarkan argumen tindakan mereka berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. “kita akan fokus pada tafsir argumentasi teologis dalam pengertian; penggunaan dalil-dalil dari AL-Qur’an dan Hadis. Karena hampir seluruh istilah-istilah yang mereka munculkan berdasarkan kedua sumber tersebut”, tutur Mukhlis.       

Meskipun telah banyak lembaga-lembaga yang melakukan kajian terkait dengan tema ini, namun pada umumnya pembahasan yang mereka lakukan mereka masih di seputar fenomana dan gerakannya dari sudut pandang sosial. Belum banyak yang melakukan kajian secara mendalam terkait dengan substansi ajaran dan istilah-istilah yang disandarkan pada Al-Qur’an dan Hadis. “Masih ada ruang kosong yang perlu diisi oleh LPMQ, terutama kajian serius terkait konsep-konsep ajaran kelompok-kelompok itu” jelas Muchlis.

Secara teknis tim penulis akan mengkaji sumber-sumber yang selama ini mereka rujuk sebagai dasar dalam pergerakan, seperti: buku al-Faridha al-Ghaibah karya Muhammad Abdussalam Fajar dari mesir,  Tazkirah karya Abu Bakar Ba’asyir, Aku Melawan Teroris karya Imam Samudra dan sebagainya. Selanjutnya tim penulis akan melakukan kajian perbandingan dengan literatur-literatur primer lain yang otoritatif dan  memberikan tanggapan secara akademis berdasarkan pemahaman yang benar menurut faham yang muktabar. Buku ini diharapkan akan menjadi salah satu rujukan yang berbasis argumen teologis bagi intstansi-instansi pemerintah pemegang kebijakan dalam upaya penaggulangan terorisme, khususnya yang mendasarkan gerakannya dengan basis agama. [bp]

Berita Terkait