Seminar Internasional Al-Qur'an

Jakarta (17/05/2016) - Kajian seputar teks Al-Qur’an, tidak hanya melahirkan beraneka corak kitab tafsir, namun telah mengilhami lahirnya berbagai disiplin ilmu keislaman. Kodifikasi Al-Qur’an pada masa Klalifah Utsman bin ‘Affan yang dibarengi dengan penyatuan bacaan dan tulisan menjadi satu teks standar, sekalipun menuai kontroversi dan fokus kritikan terutama dari kalangan orientalis telah mengilhami lahirnya tradisi penyalinan Mushaf Al-Qur’an dari masa ke masa. Tak dapat dipungkiri, Mushaf Al-Qur’an merupakan naskah yang paling banyak disalin sejak zaman dahulu, baik oleh masyarakat muslim, maupun non muslim.

Tradisi penulisan Al-Qur’an yang telah dicetuskan pada masa sahabat terus berkembang seiring perkembangan zaman. Keperluan untuk pendokumentasian dan pelestarian Al-Qur’an, akhirnya memunculkan ide serta gagasan untuk memperbaharui dan memperindah tulisan Al-Qur’an sehingga menjadi lebih pantas sebagai representasi wahyu Ilahi. Upaya ini dapat dilihat dari bentuk tulisan  teks Al-Qur’an yang indah serta dilengkapi dengan corak hiasan sebagaimana ditemukan dalam mushaf Al-Qur’an, baik yang ditulis tangan maupun hasil cetakan. Disini, tanpaklah Mushaf Al-Qur’an disatu sisi telah menjadi faktor pendorong perkembangan nilai seni dan kreatifitas para penulis dan pencintanya. Lahirnya ilmu kaligrafi dalam dunia Islam, tak terlepas dari girah masyarakat muslim untuk menciptakan tulisan Al-Qur’an yang indah. Keindahan bahasa Al-Qur’an juga mengilhami perkembangan ilmu  bahasa dan sasra Arab.   

Sebagai teks yang berbahasa Arab, kajian seputar teks Al-Qur’an juga mendorong upaya penerjemahan  Al-Qur’an  kedalam bahasa lain, baik di kalangan muslim maupun orientalis, tentunya dengan tendensi berbeda.  Dalam tataran praktis, penerjemahan Al-Qur’an selalu menjadi masalah kontoversial dan isu yang sulit dalam diskursus ilmu Al-Qur’an. Kata-kata dalam Al-Qur’an memiliki berbagai arti tergantung pada konteks, sehingga untuk membuat sebuah terjemahan yang akurat amatlah sulit. Namun, terlepas dari problematika yang muncul, usaha penerjemahan Al-Qur’an sedikit banyak telah membantu umat Islam memahami kitab sucinya.

Berangkat dari peran Al-Qur’an inilah, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an mengadakan seminar internasional yang bertemakan “Peran Mushaf dalam Membangun Peradaban Islam dan Kemanusiaan”. Penyelenggaraan Seminar Internasional ini  diharapkan sebagai forum pertemuan dan diskusi para pakar, para pemimpin perguruan tinggi, ilmuwan, cendekia, ulama dan tokoh agama, maupun lembaga-lembaga yang memiliki perhatian terhadap kajian Mushaf Al-Qur’an dalam upaya mengungkap peran Mushaf Al-Qur’an terhadap persoalan kemanusiaan, kemasyarakatan dan kebangsaan.

* Bagi yang berminat menjadi peserta silakan klik di sini.

Berita Terkait