Seminar Hasil Penelitian Pengajaran Al-Qur’an Braille bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra)

Jakarta (25/7/2016). Seminar Pengajaran Al-Qur’an Braille ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) tahun 2016. Pemaparan hasil penelitian ini dilaksanakan di Park Hotel Jakarta dengan menghadirkan 7 orang Narasumber, yaitu, H. Abdul Aziz, M.Ag (Kabid Pentashihan), Dr. H. Amin Haedari, M.Pd (Direktur Pendidikan Agama Islam, Ditjen Pendis), Ir. Sri Renani Panjastuti, MPA (Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud), Dr. Rahmat Mulyana Sapdi, M.Pd (Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kemenag), Dr. Ahmad Nawawi, M.Pd (Dosen PLB Universitas Pendidikan Indonesia Bandung), Drs. H. Wawan Ridawan, M.Pd (Kabid Bayt Al-Qur’an dan Dokumentasi), dan Yayat  Rukhiyat, S.Pd (Ketua Majlis Pertimbangan ITMI).

Salah satu rekomendasi yang mencuat pada seminar ini adalah perlunya perhatian yang lebih dari pemerintah pada penyandang cacat, khususnya disabilitas netra, terutama dalam kaitannya dengan pembelajaran Al-Qur’an Braille. Komitmen untuk memberi pehatian yang lebih juga disampaikan oleh Sekretaris Badan Litbang Kemenag, karena memang perhatian terhadap mereka terbilang sangat minim dan cukup memprihatinkan. Salah satu point yang bisa diajukan adalah pengembangan hasil penelitian dalam bentuk modul pengajaran tajwid yang memang selama ini belum ada atau belum tersosialisaikan dengan baik.

Penelitian ini sendiri dilaksanakan di sejumlah wilayah di Indonesia, yaitu Nangro Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara dan Aceh. Lembaga yang dijangkau pada penelitian ini tidak hanya meliputi SLB (Sekolah Luar Biasa) tapi juga yayasan swasta yang didirikan secara personal ataupun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Sebagai sebuah penelitian berbasis kebijakan (policy riset), penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan kongkret yang bisa dipakai oleh penyandang disabilitas netra. Must

Berita Terkait