Pameran Peradaban Islam Nusantara MTQ Nasional Ke-26

Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN), sebuah ajang perlombaan seputar Al-Qur’an bertaraf nasional tahun 2016 diselenggarakan untuk kali ke-26. Nusa Tenggara Barat mendapat kehormatan sebagai tuan rumah kegiatan besar ini, sekaligus dibarengi dengan pembukaan seminar internasional yang diprakarsai oleh Rabithah Alam Islamy. Pembukaan dilaksanakan di Islamic Center Mataram, 30 Juli 2016.

Dalam MTQN yang berlangsung 30 Juli - 6 Agustus 2016 ini, Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) berpartisipasi sebagai salah satu peserta Pameran Peradaban Nusantara – demikian tema pamerannya – yang digelar di sekitar arena Islamic Center Kota Mataram.  Bersama dengan 37 peserta pameran lainnya, Kementerian Agama menempati 11 stan, masing-masing berukuran 3 x 3 meter per stan. 

Untuk pertama kalinya beberapa unit kerja di bawah eselon satu Kemenag mengikuti pameran dalam satu deret stan, dengan satu model desain. Sekretariat Badan Litbang, Puslitbang Lektur, BQMI, Ditjen Pelayanan Haji dan Umrah (PHU), Pinmas, Bimas Islam, dan Inspektorat Jenderal saling berkoordinasi memeriahkan pameran. Beberapa kegiatan pelayanan dilakukan oleh masing-masing unit kerja, di antaranya pelayanan dan konsultasi tentang haji, pernikahan, dan pendidikan madrasah, dibuka untuk masyarakat yang mengunjungi stan. Selain itu, berbagai kegiatan interaktif berada di tengah deretan stan yang didesain sebagai panggung utama.

Masyarakat antusias mengikuti kegiatan membaca Al-Qur’an, hafalan surah-surah  pendek dan surah-surah tertentu, serta kuis tanya-jawab seputar Al-Qur’an serta tugas dan fungsi Kementerian Agama secara umum. Selain sisi edukatif seperti yang diharapkan, kegiatan-kegiatan ini menjadi sangat dinanti karena beragam hadiah atau suvenir yang disediakan oleh Kementerian Agama, baik berupa mushaf Al-Qur’an, buku-buku tafsir, kaos, tumbler, power bank, dan lain-lain. Pemanduan kegiatan interaktif pun terasa sangat ringan karena banyaknya tenaga petugas yang saling berkoordinasi satu dengan lainnya.

Pada kesempatan ini, BQMI mengangkat tema “Khazanah Mushaf Al-Qur’an Nusa Tenggara Barat”. Menyelaraskan tema, BQMI membawa dua koleksi berupa manuskrip Mushaf La Lino dari Bima dalam bentuk edisi faksimile dan Mushaf Bumi Patuh Patut Paju (Mushaf Cetak) dari Lombok. Selain itu, BQMI menampilkan Al-Qur’an Mushaf Braille bersama dengan produk-produk tafsir Lajnah. Mushaf Braille sengaja dipajang dalam rangka memperkenalkan dan memberikan pembelajaran awal kepada pengunjung tentang mushaf yang digunakan oleh para tunanetra, dan sekaligus diajak untuk mengikuti kuis membaca Mushaf Braille.

Selain kegiatan di panggung utama, BQMI juga menyediakan poster Surah Fatihah Mushaf Istiqlal bagi pengunjung anak-anak. Kegiatan dilakukan per kelompok dengan cara menebali ayat menggunakan pena khusus yang telah disediakan. Bagi peserta terbaik mendapatkan hadiah buku atau suvenir lainnya, dan hasil karyanya bisa dibawa pulang. Anak-anak dari beberapa SD di sekitar Mataram mengaku sangat senang dengan oleh-oleh yang dibawa dari stan BQMI ini. [Khikmawati]

Berita Terkait