Menteri Agama: Perlu Menggalakkan Budaya Penyalinan Al-Qur’an

Jakarta (30/08/2016) - Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama ingin menggalakkan gerakan penyalinan mushaf Al-Qur’an. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pembukaan Seminar Internasional Mushaf Al-Qur’an dan Peluncuran Qur’an Digital Kemenag di Jakarta (30/8). Menurutnya, Indonesia sebagai negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia sudah dikenal melahirkan banyak qari-qariah terbaik. Untuk itu perlu juga memasyarakatkan penyalinan al-Qur’an.

Pemerintah terus berupaya agar Al-Qur’an terus menjadi bagian hidup masyarat muslim indonesia.  “Maka cara membudayakan Al-Qur’an tidak hanya meluncurkan Al-Qur’an digital. (Quran digital ini) tidak hanya teks ayat, tapi juga terjemahnya dan juga tafsirnya. Termasuk juga hal ikhwal terkait al-Qur’an.”

Selain Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai wahana untuk melestarikan Al-Qur’an. Maka memanfaatkan momentum hari santri 22 Oktober, Pemerintah mencanangkan pembudayan penulisan Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya dilantunkan tetapi juga ditulis. Gerakan ini akan dilaksanakan serentak di seluruh 33 provinsi. Harapannya setiap provinsi akan memiliki mushaf.

Menurut Menteri Agama, kedepannya penyalinan al-Qur’an secara masif akan diajarkan tidak hanya pada santri-santri pesantren tetapi juga siswa-siswi madrasah baik tingkat ibtidaiyah maupun tsanawiyah serta aliyah yang berada di bawah Kementerian Agama.

“Semoga kedepannya, umat Islam Indonesia tidak hanya dikenal  sebagai umat yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan lantunannya yang indah, tatapi juga dikenal dengan kemampuan menyalin Al-Qur’an dengan baik serta Indah.”

Kegiatan tersebut rencananya akan digaungkan pada hari santri 22 Oktober mendatang. Diharapkan dari kegiatan tersebut, akan menghasilkan mushaf-mushaf al-Qur’an dari berbagai daerah.

Seminar Internasional Al-Qur’an sendiri berlangsung dari pada 30 Agustus-1 September 2016. Beberapa ulama Al-Qur’an dari negara-negara Islam turut hadir dan menjadi pembicara dalam seminar tersebut. Antara lain Syaikh Samih Ahmad Atsaminah, Kepala Lajnah Pentashihan Yordania;  Syaikh Ahmad Miyan at-Tahanawi, Ulama Al-Qur’an Pakistan; Syaikh Abdul Karim Ibrahim Shalih Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Azhar Mesir, serta Lembaga Pengawasan Al-Qur’an dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. [AHS]

Berita Terkait