Masyarakat Menyambut Positif Adanya Quran Digital Kemenag

Jakarta (30/12/2016) - Kementerian Agama melalui Lajnah Pentashihan Mushaf AL-Qur’an menjawab kebutuhan masyarakat akan quran digital. Selama ini, sudah banyak Quran digital namun tidak banyak yang diketahui siapa penaggung jawab isinya. Ada produk dalam negeri, juga tidak sedikit yang berasal dari luar negeri. Ada yang kemasannya sama, tapi ternyata isinya berbeda. Masyarakat khawatir atas kesahihan ayat-ayatnya.

Sejak dilurncurkan 3 hari yang lalu (30/8) pada pembukaan Seminar Internasional Al-Qur’an, mayoritas masyarakat pengguna quran android Kemenag merasa senang. Mereka menilai bahwa quran digital ini adalah kebutuhan umat Islam Indonesia yang ditunggu-tunggu kelahirannya.

Seorang pengguna bernama Inung Zulfani berkomentar “sudah bagus, perlu update terus agar lebih bagus, recite (qori) perlu ada pilihan lain tidak hanya satu, tampilan arabnya perlu diperbaiki agar bisa dizoom dan lebih jelas”

Samsul, seorang pengguna lain memberikan komentar “kelebihannya ada penaggung jawab kevalidan teks Arab (ayat), terjemah dan tafsirnya. Ini yang ditunggu. Sayangnya harus online terus. Menunya perlu ditingkatkan. Bisa adopsi dari yang sudah ada.

Ada juga pengguna bernama Akmal Mustajab menyayangkan hurunya terlalu kecil. Kebesaran bingkainya. “kurang praktis buka halamannya lelet dan hurufnya terlalu kecil untuk HP ukuran 3 inchi ke bawah. Tapi tahniah buat Kemenag yang sydah mengikuti era digitalisasi mudah-mudahan ke depan lebih baik”.

Untuk diketahui, Qur’an Kemenag  adalah aplikasi Al-Qur'an digital yang pertama kali dibuat oleh Kementerian Agama c.q. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat. Selain format android, aplikasi ini akan dikembangkan dalam format web, dan IOS.

Di samping menyajikan teks Al-Qur'an lengkap 30 juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan, tafsir dalam dua varian: tahlili (30 juz) dan ringkas (tafsir wajid Kemenag), dan asbabunnuzul. Suara murattal Al-Qur'an dari Syekh Mahmud Khalilal-Husairy. Kedepannya akan diisi dengan murattal qori dalam negeri.

Tulisan Al-Qur'an yang digunakan dalam aplikasi ini bersumber dari Mushaf Al-Qur'an Soeharto yang dalam penulisannya mengikuti Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia. Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Qur'an yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Al-Qur'an yang berlangsung sebanyak 9 kali dari tahun 1974 s.d. 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Al-Qur'an yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama.

Adapun Terjemahan Al-Qur'an yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Al-Qur'an dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama.  SedangkanTafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Al-Qur'an dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama.

Tafsir Ringkas Al-Qur'anAl-Karim adalah sebuah buku hasil kajian tafsir yang disusun oleh tim yang dibentuk Kementerian Agama dengan bekerjasama dengan Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ) Jakarta. Saat ini, tafsir ini baru hadir satu jilid yang terdiri juz 1 - 15. Adapun jilid kedua yang berisi juz 16-30, insya Allah akan ditambahkan nanti setelah edisi cetaknya diterbitkan pada lahir tahun 2016.

AsbabunNuzul yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari buku AsbabunNuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an yang diterbitkan LajnahPentashihan Mushaf Al-Qur'anKementerian Agama pada tahun 2015. Riwayat-riwayat tentang AsbabunNuzul yang dimuat dalam buku tersebut merupakan riwayat yang dapat diterima (maqbul). Di samping itu, juga dipilih riwayat yang secara jelas (sharih) menerangkan bahwa satu atau beberapa ayat itu turun berkaitan dengan peristiwa yang terjadi ketika itu.[] AHS

Berita Terkait