Kepala LPMQ: Pengawasan Peredaran Mushaf Al-Qur'an dari Unsur Masyarakat Mutlak Diperlukan

Kudus (05/05/2018) – Penyelenggaran Festival Al-Qur’an yang dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin pada tanggal 5 Mei 2018 di Kudus, diikuti juga dengan penyelenggaraan Desiminasi Hasil Kajian LPMQ oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Kegiatan diseminasi tersebut menghadirkan narasumber Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA selaku Kepala LPMQ dan Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, sebagai dosen IIQ (Institut Ilmu Al-Qur’an) sekaligus pakar Al-Qur’an.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LPMQ bahwa Al-Qur’an sebagai mukjizat dan diyakini sebagai kalamullah, baik ayat yang tertera, maupun makna yang terkandung di dalamnya. Oleh karenanya, penjagaan kemurnian terhadap Al-Qur’an menjadi sangat penting.

“Tidak kurang dari 7,5 juta eksemplar setiap tahunnya Al-Qur’an dicetak”, jelas Muchlis, “dan tentu tidak semuanya dipenuhi oleh pihak pemerintah. Dalam hal ini kami sangat berterima kasih kepada pihak swasta yang telah membantu pengadaan Al-Qur’an tersebut”, lanjutnya.

Banyaknya jumlah Al-Qur’an yang beredar di seluruh Indonesia tersebut, tentu tidak semuanya dapat diawasi oleh para tenaga pentashih yang memang sangat terbatas jumlahnya. Justru karena itulah peran dari unsur masyarakat dalam mengawasi peredaran Mushaf Al-Qur’an sangat mutlak diperlukan. “Pengaduan tentang kesalahan cetak mushaf tersebut dapat langsung datang ke kantor kami di Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal di komplek TMII atau secara online melalui tashih.kemenag.go.id” pungkasnya. (fz)

Berita Terkait