Lokakarya Penerbit Al-Qur'an Tahun 2011

Cikarang (31/3/2011) – Sebagai Satker di lingkungan Kementerian Agama RI di bawah Badan Litbang dan Diklat yang diamanati menjaga kemurnian Mushaf Al-Qur’an di Indonesia, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an memiliki peran penting dalam meregulasi penerbitan dan percetakan Al-Qur’an hingga penyebarannya di masyarakat. Namun upaya-upaya itu kurang berjalan maksimal mengingat adanya sejumlah kendala, terutama  terkait dengan sosialisasi kebijakan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lajnah mengadakan Lokakarya Penerbitan Mushaf Al-Qur’an yang dijadikan ajang sosialisasi kebijakan pemerintah terkait dengan penerbitan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia kepada pihak-pihak yang terkait dengan penerbitan kitab suci ini.

Acara ini diselenggarakan selama tiga hari, 29 – 31 Maret 2011, bertempat di Hotel Grand Zuri, Bekasi. Selain mensosialisasikan kebijakan pemerintah dalam hal penerbitan Al-Qur’an, Lokakarya ini, sebagaimana dijelaskan ketua panitia, H. Zainal Muttaqien, Lc. M.Si, juga digunakan sebagai ajang memperkenalkan produk-produk Lajnah kepada para penerbit, seperti  Mushaf Standar, Tafsir Tahlili, Tafsir Tematik, Tasir Kaunyiah, dan produk lainnya yang bisa mereka manfaatkan untuk diperbanyak dan disebarkan kepada masyarakat luas.

Dalam penyelenggaraan ini, Lajah mengundang  50 peserta yang mewakili sejumlah pihak dan instansi yang terkait dengan penerbitan mushaf Al-Qur’an. Namun sebagian besar peserta undangan adalah kalangan penerbit yang concern dengan penerbitan mushaf Al-Qur’an, di antaranya adalah Asy-Syifa, Karya Toha Putra Semarang, Serambi, Syamil, GIP, Maghfirah, LPQ, APQI (Asosiasi Penerbit Al-Qur’an Indonesia), dan lain sebagainya. Bertindak sebagai narasumber dalam lokakarya ini adalah, Drs. H. Muhammad Shohib, MA, selaku Kepala Lajnah yang menyampaikan makalah “Kebijakan Penerbitan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia”, “Etika Penerbitan Mushaf Al-Qur’an” oleh Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA, “Perkembangan Penerbitan Al-Qur’an & Problematika Pentashihan” oleh Drs. H. Enang Sudrajat, “Sejarah Penulisan Mushaf Al-Qur’an” oleh H. Abdul Aziz Sidqi, M.Ag, “Upaya Kementerian Agama dalam Memasyarakatkan Al-Qur’an” oleh Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA, dan satu makalah disampaikan oleh Agus Abdurrahim Dahlan, Ph.D, mewakili pihak penerbit yang menyampaikan tema “Proses Penyiapan Naskah Sampai Siap Cetak”.

Target yang hendak dicapai dari lokakarya ini adalah adanya pemahaman dan action yang baik dari pihak-pihak yang terkait dengan penerbitan Mushaf Al-Qur’an dalam menerbitkan, mencetak, dan memasarkan Mushaf Al-Qur’an ke tengah masyarakat sehingga kitab suci ini benar-benar terjaga kemurniannya. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat terhadap Al-Qur’an, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, bisa terpenuhi dengan baik.[mus]

Berita Terkait