Bahan Bacaan Tafsir Al-Qur'an untuk Tunanetra

 

Bahan bacaan (buku) bagi Tunanetra adalah barang mewah. Untuk mendapatkannya tak semudah orang awas, dan tentunya berbiaya mahal. Mereka harus mencetak dalam huruf Braille atau merekam buku tulis menjadi kaset atau mp3.

Kendala tersebut selama ini juga dirasakan oleh saudara-saudara muslim kita yang tunanetra. Selama ini mereka kekurangan literasi keagamaan. Hal yang cukup memperihatinkan, selama ini ternyata penyandang disabilitas netra muslim belum memiliki bahan bacaan tafsir Al-Quran dan bahan bacaan keagamaan primer lainnya seperti, fikih, akidah, tasawwuf, ulumul Quran dan sebagainya.

Setelah master Al-Qur'an Braille selesai dikerjakan, sejak tahun 2017 Kementerian Agama, dalam hal ini Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) bekerja sama dengan Mitra Netra berusaha memenuhi kebutuhan literasi lainnya, menyediakan bahan bacaan keagamaan yang bisa diakses dengan mudah dan berbiaya murah (gratis).

Solusi itu diwujudkan dalam bentuk buku elektronik atau disebut e-Pub. Melalui e-Pub mereka bisa menambah pengetahuan agama yang bisa diakses dengan komputer atau smart phone. Secreen reader yang akan membacakannya. Penyandang diabilitas netra tinggal mendengarkan. Kecepatan baca bisa diatur. Data dapat dieja per kata atau bahkan per huruf, dan bisa dicopy dan dirujuk sebagai sumber refensi untuk karya tulis ilmiah, dsb.

Peran LPMQ tersebut mendapatkan apresiasi dari Bapak Bambang selaku Ketua Yayasan Mitra Netra, yayasan yang selama ini khusus menangani pendidikan kaum difabel.

"Mewakili teman-teman penyandang disabilitas netra, saya menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran LPMQ yang selama ini berkomitmen menyediakan tambahan bacaan keagamaan Islam. Ini bahan bacaan yang selama ini kita butuhkan." Ungkapnya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di kantor LPMQ Jakarta Timur, Rabu (5/11) siang hari.

Hingga akhir tahun ini LPMQ telah menyediakan empat judul buku tafsir surah-surah pilihan, 15 juz Tafsir Tahlili dan buku Asbab Nuzul.

"Tahun depan kegiatan ini akan kita lanjutkan, untuk menambah ketersediaan bahan bacaan keagamaan bagi saudara-saudara muslim penyandang disabilitas netra," ujar Dr. Reflita selaku Kepala Seksi Pengembangan dan Pengkajian Al-Qur'an LPMQ.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Mitra Netra, tafsir-tafsir surah pilihan yang sudah diunggah di e-Pub sudah diunduh 200-an orang tunanetra muslim.

"Ke depan, semoga layanan ini bisa terus kita tingkatkan agar saudara-saudara muslim kita yang berkebutuhan khusus kaya literasi, semakin cerdas, dan memiliki fasilitas bahan bacaan keagamaan yang ideal, layaknya saudara-saudara mereka yang awas," harap Reflita mengakhiri sambutannya. [bp]

Berita Terkait