Saifuddin: BQMI diundang ke Uzbekistan membahasa kerjasama Wisata Religi

Pemerintah Uzbekistan melalui Kementerian Pariwisata mengundang delegasi BQMI untuk membahas kerjasama dalam bidang wisata religi dan budaya. Selain BQMI, diundang juga keluarga Sahid Group yang berencana akan berinvestasi dalam bidang perhotelan dan pendidikan pariwisata.

Dalam pertemuan antara Menteri Pariwisata Abdulaziz Akkulov dengan dua delegasi Indonesia, Akkulov mengatakan pemerintah Uzbekistan saat ini sedang gencar mengembangkan budaya dan pariwisata. Hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan sudah terjalin sejak lama, ditandai dengan peran Presiden Soekarno dalam penyelamatan situs Makam Imam Bukhari di Samarkhan. Keseriusan ini ditandai dengan pembebasan Visa untuk wisatawan Indonesia, dan saat ini sedang mempersiapkan penerbangan langsung Jakarta-Samarkhan.
Undangan ini merupakan tindak lanjut dari 3 pertemuan sebelumnya yang dihadiri Dubes Uzbekistan ke BQMI. Beberapa poin yang disepakati dalam pertemuan ini, Kementerian Pariwisata dan Muftiyat Uzbekistan akan bersama-sama membuat Uzbekistan Corner di BQMI. Materi yang akan dipamerkan di antaranya replika "Mushaf Usman bin 'Affan", beberapa replika koleksi peninggalan Ibnu Sina, replika bangunan bersejarah, replika bangunan makam-makam para Ulama dan foto-foto tempat bersejarah, tutur Saifuddin kepala seksi koleksi dan pameran selaku perwakilan BQMI.
Selain itu, pemerintah Uzbekistan juga menanyakan adanya kabar beberapa makam tokoh penyebar Islam generasi awal di Jawa, seperti Makam Syekh Samarqondi (Asmoroqondi), Syekh Jumadil Kubro, dan Maulana Malik Ibrahim. Akulov berharap kedepan agar diteliti lebih lanjut asal usul para tokoh ini, serta peranannya dalam Islamisasi di Indonesia, terutama Pulau Jawa, lanjut Saifuddin. [Syaifuddin]

Berita Terkait