Jakarta (21/01/2019) – Pengelolaan kearsipan memegang peranan penting bagi kelancaran jalannya organisasi, yaitu sebagai sumber informasi dan pusat ingatan bagi organisasi. Namun seringkali sumber daya manusia yang cakap dan kompeten dalam menangani arsip masih sedikit. Sampai tahun 2018 diperkirakan bahwa kebutuhan arsiparis untuk Kementerian/Lembaga seluruh Indonesia adalah sekitar 143.000, sedangkan yang terdata baru sekitar 4.000. Hal inilah yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kementeraian Agama, khususnya di lingkungan Badan Litbang dan Diklat.

Untuk itulah, pada hari Senin, 21 Januari 2019, H. Muhammad Ishom selaku Sekretaris Badan Litbang dan Diklat telah melantik 12 pejabat yang menduduki sebagai JFT (Jabatan Fungsional Tertentu), 11 diantaranya adalah Arsiparis. Dari 11 Arsiparis tersebut, 4 diantaranya adalah pegawai Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Keempat pegawai tersebut yaitu Amin, Rizki Ageng Triana, Eni Rahayu dan Farid Zubaidi. Satu pegawai menduduki jabatan baru sebagai Arsiparis Pertama dan tiga lainnya sebagai Arsiparis Muda. Pelantikan disaksikan oleh H. Suja’i selaku Kabag Organisasi, Kepegawaian dan Hukum, serta H. Anshori sebagai Kabag Umum Badan Litbang dan Diklat. Pelantikan tersebut dilakukan di Ruang Sidang lantai 3 Gedung Kementerian Agama Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta.

Dalam sambutannya, sekretaris Badan Litbang dan Diklat H. Muhammad Ishom menyatakan selamat dan menyambut baik atas dilantiknya pegawai JFT Arsiparis di lingkungan Balitbang Diklat. Karena ke depan, akan lebih banyak dibutuhkan pegawai dengan Jabatan Fungsional Tertentu dibandingkan dengan jabatan struktural, yang jumlahnya terbatas. (fz)