Kajian Rasm Mushaf Al-Qur’an (Ragam Pembuangan Alif)

Sudah menjadi tradisi dalam penyelenggaraan Sidang Reguler Pentashihan, para pentashih mushaf Al-Qur’an dan peserta sidang kembali diajak mengkaji dan mendalami ilmu rasm mushaf Al-Qur’an. Kajian yang diasuh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad ini, pada Sidang Reguler Pentashihan ke-2 (27 Februari - 1 Maret  2019) tetap menggunakan kitab Al-Muqni‘ fī Ma’rifati Marsūm Maṣāḥif Ahl al-Amṣār karya Abū ‘Amr ‘Uṡmān bin Saʻīd ad-Dānī. Beliau mengulas bab pembuangan alif (حذف الالف), melanjutkan pembahasan kajian rasm pada Sidang Reguler Pentashihan sebelumnya.

Berikut ini adalah rangkuman Kajian rasm dengan kitab pegangan Al-Muqni‘ karya al-Imam ad-Dānī oleh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad pada Sidang Reguler Pentashihan Mushaf Al-Qur'an ke-2 tahun 2019 di Sentul, Bogor.

Beberapa kondisi dan tempat dalam penulisan rasm mushaf Al-Qur'an di mana huruf alif tidak ditulis (dibuang) diantaranya:

  1. Alif yang terletak setelah huruf ya’ nida’ (panggilan). Pembuangan alif ini termasuk pembuangan ikhtiṣār (meringkas). Contohnya: يايها الناس, يارض, ياولي الالبب, ياخت هرون, ينوح, يلوط, يهود, يشعيب, يصلح, يهرون, يمريم, يفرعون, يهمن, يملك, ياسفى, يويلتي, ويحسرتى, يرب, يقوم, dan lain sebagainya.
  2. Alif yang terletak setelah huruf ya’ pada kata القيمة di seluruh ayat Al-Qur’an.
  3. Alif yang terletak setelah ha' tanbih (ha’ untuk peringatan/perhatian). Contohnya: هانتم, هؤلاء, هذا, هذه, هذن, اهكذا, dan هتين.
  4. Alif yang terletak setelah huruf ha’ pada kata انهر dan الانهر.
  5. Alif pada seluruh kata الرحمن, ذلك, ذلكم, ذلكن, اولئك, لكن, لكنه, لكني, ولكنكم, ولكن لا dan kata-kata yang serupa dengan kata tersebut.
  6. Alif yang terletak pada kata سبحن, سبحنه dan سبحنك. Kecuali satu kata pada surah al-isra’: 93 (قل سبحان ربي).
  7. Alif yang terletak setelah huruf lam pada kata الملئكة, وملئكة, ملئكته, السلم, وسلم, اله, الهكم, الهنا, الهه, dan kata yang sama.
  8. Alif yang terletak setelah huruf lam pada kata : بغلم, وغلما, غلمين, خلئف, لايلف, السلسل, البلغ, بلغا, الخلّق. Begitu pula pada kata yang terdapat dua lam di dalamnya: الضلل, في ظلل, الضللة, الكللة, لا حلل, من خلله, ضلله, ظللها, ظللهم, حلل, اغللا, الاغلل, من سللة.
  9. Alif yang terletak setelah huruf lam pada kata اللعنون, من اللعبين, اللت, ملقوا, ملقوه, فملقيه, يلقوا, الّتي, الّئي, ثلثة, ثلث, dan ثلثين.
  10. Alif yang terletak setelah huruf lam pada kata : الئن جئت بالحق, فالئن بشروهن, الئن خفف الله عنكم. Kecuali pada satu tempat, yaitu surah al-Jin: 9 (فمن يستمع الان).
  11. Alif pada tasniyah marfu'. Seperti: وامراتن, رجلن, سحرن, ما يعلمن, يحكمن, يقتتلن, dan اضلنا.
  12. Alif yang terletak setelah huruf nun damir jama’ mutakallim (kata ganti pertama jamak). Sperti: انجينكم, اتينكم, اغوينكم, مكّنّهم, اتينه, علّمنه, اتينك, ارسلنك, اتينها, فرشنها, ففهمنها, انشأنهن, dan فجعلنهن.
  13. Alif yang terletak setelah huruf ‘ain seperti : تعلى الله dan  فتعلى الله.
  14. Alif yang terletak setelah huruf ba’ seperti : تبرك, بركنا, مبركا, مبركة, المبركة.
  15. Alif yang terletak setelah huruf ṭa seperti : الشيطن dan من سلطن.
  16. Alif yang terletak setelah huruf sin pada kata مسجد, المسجد, المسكين, مسكين, مسكنهم.
  17. Alif yang terletak setelah huruf mim pada kata ثمنية, ثمني حجح, ثمنين.
  18. Alif yang terletak setelah huruf ḥa pada kata اصحب النار, اصحب الجنة, اصحب مدين, dan kata yang serupa.
  19. Alif yang terletak setelah huruf ṣad dan ta' seperti : النصرى, نصرى, اليتمى, يتمى pada seluruh ayat Al-Qur’an.
  20. Alif yang terletak setelah huruf wau pada kata السموت dan سموتdalam seluruh Al-Qur’an. Kecuali pada surah fuṣṣilat: 12. Kata سموات, alif setelah wau tetap ditulis (سبع سموات). Adapun alif setelah mim pada kata سموت dibuang pada seluruh ayat Al-Qur’an

Lebih lanjut, Kiai Ahsin menjelaskan bahwa alif-alif yang dibuang dalam penulisan tersebut adalah tetap huruf Al-Qur’an. Mengenai perbedaan hitungan jumlah huruf Al-Qur’an, menurutnya hal itu terjadi karena adanya perbedaan metodologi yang digunakan dalam menghitung jumlah huruf Al-Qur'an.

Beliau juga menambahkan, seluruh ilmu Al-Qur’an yang muncul sekarang ini, termasuk ilmu rasm usmani, adalah dalam rangka berkhidmah kepada Al-Qur’an. Perbedaan penulisan rasm, seperti perbedaan pada penulisan kata صراط (dengan alif setelah ra) dan صرط (tanpa alif setelah ra) tidak berpengaruh pada makna kata tersebut. “Tidak ada kaitannya antara perbedaan penulisan rasm dengan makna Al-Qur'an,” jelas Kiai Ahsin. (MZA)

Berita Terkait