Sidang Reguler Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Foto Suasana Sidang Reguler Pentashihan Mushaf Al-Qur'anBogor (07/06/2011) - Salah satu tugas pokok Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an adalah menjaga kemurnian ayat suci Al-Qur’an, baik dalam bentuk teks tertulis, audio, maupun dalam bentuk lainnya. Tugas pentashihan ini merupakan tugas utama yang terkait dengan tugas dan fungsi (tusi) Lanjah yang berkaitan langsung dengan masyarakat, khususnya komunitas penerbit dan pencetak Al-Qur’an.

Mengingat begitu banyaknya penerbit yang mengajukan pentashihan mushaf kepada Lajnah, maka kegiatan ini memerlukan ruang dan waktu tersendiri agar pentashihan yang dikerjakan oleh para pentashih bisa berjalan optimal.

Pada sidang bulan Juni ini, naskah yang ditashih cukup beragam, seperti Al-Qur’an dan Terjemahnya, Al-Qur’an Terjemah Per Kata, dan sejumlah mushaf Al-Qur’an biasa (tanpa terjemah, tajwid, dan lainnya). Penerbit yang naskahnya ditashih dalam kesempatan ini berasal dari Penerbit Sinar Baru Al-Gesindo (Bandung), Istana Karya Mulia (Semarang), Read Boy (Jakarta), Bintang Indonesia (Jakarta), Cahaya Qur’an (Depok), Qomari (Solo), Sygma Examedia Arkanleema (Bandung), Sabiq (Depok), dan PKP (Jakarta). Sebelumnya, pada bulan Mei lalu, di tempat yang sama, Lajnah juga mentashih sejumlah mushaf dari beberapa penerbit, seperti Al-Mizan Publishing (Bandung), Bintang Indonesia (Jakarta), Darus Sunnah (Jakarta), Fokus Media (Bandung), Insan Kamil (Bandung), Kranova, Lautan Ilmu, dan Intermasa (Jakarta).

Pantashih yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah para pentashih dari lingkungan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an sendiri yang dikoordinasi oleh Drs. H. Enang Sudrajat bersama dengan H. Abdul Aziz Sidqi, M.Ag. Selain dari internal Lajnah, tim pentashih juga dihadirkan dari lembaga dan isntitusi lain, seperti Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) dan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ). Di antara mereka adalah Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, yang juga sekretaris Tim Pentashihan, Dr. H. Muhaimin Zein, Dr. Ali Nurdin, Dr. H. Ahmad Fatoni, dan Dr. Husnul Hakim. Selain itu, Lajnah juga menghadirkan pentashih dari Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, yaitu Drs. H. Badri Yunardi, M.Pd. dan Drs. H. Syatibi Al-Haqiri.[mus]

Berita Terkait