Diskusi 100 Soal-Jawab Penyusunan Buku Tanya-Jawab Seputar Pentashihan Mushaf Al-Qur’an

Jakarta (04/04/2019) – Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI membahas 100 soal-jawab yang akan dimuat dalam buku tanya-jawab seputar pentashihan mushaf Al-Qur’an. Pembahasan dilaksanakan dalam acara Fokus Grup Diskusi (FGD) di ruang sidang lantai tiga gedung Museum Istiqlal Taman Mini Indonesia Indah.

Kepala Bidang Pentashihan, H. Deni Hudaeny A.A, Lc., MA mengatakan FGD penyusunan buku tanya-jawab kedua selain dihadiri para pentashih, juga dihadiri perwakilan penerbit Al-Qur’an dan penyuluh agama islam. “Mengapa dalam FGD kali ini kami mengundang bapak/ibu? Karena kami ingin memperkenalkan dan mengedukasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan muhsaf Al-Qur’an Standar Indonesia; termasuk rasm, dabt, waqaf ibtida, dan lain-lain. Bapak/Ibu kan langsung bersentuhan dengan masyarakat, dapat pertanyaan langsung dari masyarakat terkait Al-Qur’an atau mushaf Al-Qur’an. Oleh sebab itu, kami mohon masukan dan saran dari Bapak/Ibu terhadap draf pertanyaan dan jawaban yang sudah disusun oleh para pentashih,” kata Deni.

Deni melanjutkan, outline buku tanya-jawab seputar pentashihan mushaf Al-Qur’an terbagi menjadi dua kategori; regulasi pentashihan mushaf Al-Qur’an dan substansi Mushaf Standar Indonesia (MSI). “buku tanya-jawab seputar pentashihan mushaf Al-Qur’an meliputi dua hal dasar, yaitu terkait regulasi dan substansi. Di antara tema yang dibahas adalah regulasi dan sejarah pentashihan, Mushaf Standar Indonesia (MSI), jenis mushaf, rasm, braille, adab berinteraksi dengan mushaf Al-Qur’an, syakl dan dabt, waqaf dan ibtida, struktur mushaf, pengawasan mushaf, tashih online, mushaf digital, terjemah, transliterasi dan bacaan garib. Prinsipnya kita ingin memasukkan dulu seluruh pertanyaan dan jawaban. Nanti bisa kita olah dan diskusikan soal-jawab tersebut karena kegiatan ini berkelanjutan. Selain diterbitkan dalam bentuk buku cetak, tanya-jawab juga didesain dan dipublikasikan dalam rupa digital melalui media sosial,” lanjut Kabid Pentashihan.

Sementara itu, koordinator penyusunan buku tanya-jawab seputar pentashihan mushaf Al-Qur’an, Mustopa, M.Si, mengatakan belum semua penanggungjawab mengirim soal-jawab, di antaranya soal-jawab seputar transliterasi, regulasi, rasm usmani dan pengawasan mushaf. MZA

Berita Terkait