Ijtimak Ulama Al-Qur'an, Forum Uji Sahih Terjemahan Al-Qur'an Kemenag

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI mengundang para ulama Al-Qur'an terkemuka di tanah air dalam rangka penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an. Pertemuan atau ijtimak ulama tersebut ditujukan untuk menguji kesahihan penyempurnaan terjemahan Al-Quran. Kegiatan yang dilaksanakan di Bandung ini secara resmi dibuka oleh Menteri Agama (8/7/2019).

Penyempurnaan terjemahan ini adalah yang ketiga kalinya sejak terjemahan Al-Qur'an Kemenag diterbitkan pada tahun 1965. Proses kajian penyempurnaan ketiga dilaksanakan oleh 11 orang pakar Al-Qur'an Indonesia yang didampingi oleh 4 orang pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim ini telah melaksanakan tugasnya sejak tahun 2016 hingga tahun 2019. Hasil kajian mereka inilah yang akan diuji sahih oleh 110 ulama Al-Qur'an di Indonesia.

Selain itu, forum ilmiah ini juga bertujuan untuk menghimpun saran dan masukan dari para pakar Al-Qur’an guna perbaikan dan penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an.

Ijtimak Ulama Al-Qur’an Tingkat Nasional tahun ini mengambil tema “Uji Sahih Terjemahan Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan” dan diikuti oleh 110 peserta yang terdiri atas para ulama, akademisi, dan pemerhati kajian tafsir dan ilmu Al-Qur’an dari unsur Kementerian Agama RI, Majelis Ulama Indonesia, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dosen Perguruan Tinggi Islam, ulama dan pengasuh Pondok Pesantren, Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, dan Pusat Studi Al-Qur’an.

Menurut Kepala LPMQ, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi MA, ada dua agenda besar Ijtimak ini. Pertama, Seminar Penerjemahan Al-Qur’an. Seminar ini akan mendiskusikan kajian seputar penerjemahan Al-Qur’an dan hal-hal yang terkait dengan upaya penerjemahan Al-Qur’an. Narasumber seminar ini di antaranya Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, Dr. TGH Zainul Majdi, MA, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum, Ustadz Yusuf Mansur, dan Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA.

Kedua, pembahasan terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama juz 21-juz 30 sebagai kelanjutan dari Mukernas Ulama Al-Qur’an tahun 2018 yang telah membahas juz 1 hingga juz 20. Muchlis berharap kegiatan ini juga akan menghasilkan rekomendasi sebagai panduan dan bahan pertimbangan untuk kajian Al-Qur’an di masa yang akan datang. [bp]

Berita Terkait